Samarinda – Pemerintah Provinsi Kaltim harus mengutak-atik ulang APBD 2026 setelah kabar pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat makin santer. Pemotongan disebut mencapai hampir 80 persen dari jatah semula, sebuah angka yang dinilai bisa mengguncang stabilitas fiskal daerah.
Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mengakui informasi itu sudah beredar di berbagai kanal. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kepastian resmi masih menunggu dokumen dari Kementerian Keuangan.
“Angka itu memang disebut-sebut, tetapi kami tetap menunggu keputusan final dalam bentuk KMK. Tanpa itu, kami tidak bisa menetapkan sikap,” ucapnya.
Ia menambahkan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kini tengah memutar otak untuk menyesuaikan rancangan anggaran. Padahal, Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Sementara (KUA-PPAS) senilai Rp21,3 triliun sudah lebih dulu disahkan bersama DPRD Kaltim pada awal September. Postur tersebut murni tanpa mempertimbangkan potensi pemangkasan transfer pusat.
Menurut Sri, APBD 2026 sejatinya banyak bergantung pada dana transfer pusat yang totalnya Rp9,3 triliun. Porsi terbesar berasal dari DBH sekitar Rp6,9 triliun. Namun, bila perkiraan pemotongan 78 persen benar terjadi, maka yang tersisa untuk Kaltim tidak sampai Rp2 triliun.
“Kalau realisasi akhirnya seperti itu, akan sangat sulit bagi daerah untuk menjaga program pembangunan dan menuntaskan agenda prioritas,” terangnya.
Kekhawatiran Pemprov bukan tanpa alasan. Pada APBD Perubahan 2025, realisasi DBH juga masih jauh dari pagu. Dari target Rp6,97 triliun, hingga akhir September 2025 baru Rp3,96 triliun atau sekitar 56 persen yang sudah ditransfer ke kas daerah.
“Pencairan memang masih berlangsung, tapi sepenuhnya kewenangan pusat. Kita hanya bisa menyesuaikan,” jelas Sri.
Situasi ini membuat Pemprov Kaltim berada dalam posisi sulit: menata ulang rencana anggaran tanpa kepastian pasti berapa besar dana yang benar-benar akan ditransfer pusat. Sementara itu, beban menjaga program pembangunan dan pelayanan publik tetap tidak berkurang. (Mujahid)













