SAMARINDA – Perubahan cuaca yang semakin tidak menentu belakangan ini menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Di Kalimantan Timur, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya potensi bencana, terutama banjir dan tanah longsor.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Subandi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini.
Ia menilai perlunya langkah-langkah antisipatif yang lebih terstruktur dari instansi terkait, khususnya dalam hal deteksi dini dan penyebaran informasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Kondisi cuaca ekstrem saat ini tidak bisa dianggap remeh. Pemerintah daerah memang telah berupaya maksimal dalam pengendalian banjir, tapi saat hujan turun dalam durasi lama, risiko longsor dan banjir tetap tinggi,” ujar Subandi, Sabtu (7/6/25).
Politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif, baik dari aparat maupun warga, dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim yang terjadi.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat yang bermukim di area rawan longsor dan genangan air untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Banyak masyarakat kita yang tinggal di lereng-lereng bukit atau dataran rendah. Mereka harus lebih tanggap terhadap potensi bencana. Jangan menunggu sampai musibah terjadi baru mengambil tindakan,” tegasnya.
Lebih jauh, Subandi mendesak agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat provinsi maupun kota segera memperkuat sistem peringatan dini.
Ia menilai keterlambatan dalam menyampaikan informasi terkait potensi longsor atau banjir bisa berdampak fatal.
“Langkah mitigasi harus cepat dan terukur. BPBD perlu segera memetakan titik-titik yang rentan longsor, kemudian mengomunikasikannya kepada publik dengan cara yang efektif,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa respons cepat terhadap kondisi darurat serta kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kerugian, baik dari sisi materiil maupun korban jiwa.
Subandi berharap, koordinasi lintas sektor bisa lebih ditingkatkan dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Jangan sampai bencana datang, tapi kita belum siap. Deteksi dini dan edukasi kepada warga harus menjadi prioritas,” tutupnya.(ADV/DPRD KALTIM)
Penulis : R













