SANGATTA – Kutai Timur tengah menata masa depan ekonominya lewat jalur wirausaha. PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Young Entrepreneur Academy (YEA) resmi memulai Program Wirausaha Nusantara (Wiranusa) 2025 di Ruang Pelangi, Hotel Royal Victoria, Sangatta. Program ini diproyeksikan menjadi inkubator lahirnya pelaku usaha muda yang mandiri dan siap bersaing.
Mengangkat tema “Siap Mandiri dan Berdaya Saing”, Wiranusa tak sekadar menawarkan pelatihan singkat. Kurikulum praktis, pendampingan intensif, hingga rebranding produk disusun berjenjang untuk mengasah daya tahan, kreativitas, dan visi bisnis peserta. Superintendent Local Business Development KPC yang juga Ketua Panitia, Faizal, menyebut program ini lahir dengan dukungan penuh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan jajaran pemerintah daerah.
“Ini bukan pelatihan seremonial. Wiranusa kami desain sebagai katalis lahirnya pelaku usaha yang punya visi global, tetapi berpijak pada kekuatan lokal,” ujar Faizal.
Manager Community Empowerment Dept KPC, Nanang Supriyadi, menambahkan, program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Founder YEA, Jaya Setiabudi, terlibat langsung meramu kurikulum dan sistem mentoring.
Dari 102 pendaftar, terseleksi 50 peserta, lalu diperas lagi menjadi 30 untuk mengikuti Entrepreneur Camp tiga hari dua malam. Tahap berikutnya adalah mentoring virtual selama 1,5 bulan untuk 20 peserta, sebelum mengerucut menjadi 10 terbaik yang mendapat dukungan rebranding produk dan penilaian akhir.
Sebagai penanda dimulainya program, tiga peserta menerima penyematan pin Wiranusa 2025: Widyawati, pemilik Nanami Cake, sebagai peserta terjauh; Muhammad Ali, pengusaha Batik Ali, peserta tertua; dan Novia Beyti Nur Aini, pemilik Ismoon, peserta termuda. Mereka menjadi simbol keberagaman UMKM Kutim yang bertumpu pada kemandirian dan inovasi. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













