SANGATTA – Upaya menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutai Timur terus bergerak maju. Tim Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR telah melakukan peninjauan terhadap lahan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kutim di kawasan Simono, Sangatta Utara.
Lahan seluas delapan hektare tersebut diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum pembangunan dilaksanakan.
Ryan Randu Perdana Lubis dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR RI mengatakan luas lahan sudah memenuhi ketentuan pembangunan.
“Kalau dari dimensinya, ini sudah cukup dan sesuai. Tinggal beberapa hal yang perlu dibenahi,” katanya.
Ryan menjelaskan bahwa perhatian selanjutnya tertuju pada kesiapan infrastruktur penunjang. Menurutnya, akses jalan menuju lokasi, pasokan listrik, serta ketersediaan air bersih harus dipenuhi agar sekolah dapat berfungsi secara maksimal.
“Yang paling penting sekarang itu akses jalan, listrik, dan air bersih,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi memastikan pemerintah daerah siap memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Ia menyatakan lahan telah tersedia dan proses pematangan sedang berlangsung.
“Kami siap. Lahannya sudah ada sekitar 8 hektare di Simono. Sekarang kita juga siapkan pematangan lahannya supaya bisa segera dibangun,” katanya.
Mahyunadi juga memastikan pemerintah daerah sedang menyelesaikan seluruh dokumen legalitas lahan. Langkah itu dilakukan agar pembangunan memiliki dasar hukum yang jelas.
“Ini penting supaya secara hukum aman dan tidak jadi masalah ke depan,” tambahnya.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah yang mengusung konsep pendidikan terpadu dengan sistem asrama. Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui pembelajaran formal yang dipadukan dengan pembinaan karakter.
Jenjang pendidikan yang tersedia meliputi SD, SMP, hingga SMA maupun SMK. Selama menempuh pendidikan, peserta didik akan tinggal di lingkungan sekolah sehingga proses pembelajaran berlangsung secara menyeluruh.
Seluruh kebutuhan pendidikan dan fasilitas asrama akan dibiayai oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kehadiran Sekolah Rakyat di Kutim diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas pemerataan pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan akses belajar di daerah.(adv)













