Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Wacana Penghapusan Bankeu Dipersoalkan DPRD Kaltim, Arfan Nilai Aspirasi Masyarakat Bisa Terhambat

Zahara by Zahara
21 Juli, 2026
in Advedtorial, Kutim
0
Wacana Penghapusan Bankeu Dipersoalkan DPRD Kaltim, Arfan Nilai Aspirasi Masyarakat Bisa Terhambat
FacebookTwitterWhatsapp

SANGATTA – Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk menghapus skema Bantuan Keuangan (Bankeu) menuai penolakan dari kalangan DPRD Kaltim. Anggota DPRD Kaltim, Arfan, menilai kebijakan tersebut berpotensi mengurangi ruang perjuangan wakil rakyat dalam merealisasikan aspirasi masyarakat di daerah.

Pernyataan itu disampaikan Arfan usai mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2027 yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Sangatta, beberapa waktu lalu.

Menurut Arfan, isu penghapusan Bankeu mulai mengemuka saat pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Wacana tersebut langsung memicu perdebatan antara pihak legislatif dan eksekutif karena menyangkut keberlanjutan pembangunan di daerah.

“Kami di DPRD secara tegas menyatakan tidak sepakat. Teman-teman di Banggar meradang karena Bankeu ini adalah instrumen vital bagi kami untuk menjawab aspirasi konstituen di daerah pemilihan masing-masing,” ujar Arfan.

Politisi yang mewakili daerah pemilihan Kutai Timur, Berau, dan Bontang itu menjelaskan, selama ini Bankeu menjadi salah satu instrumen yang membantu pemerintah daerah merealisasikan berbagai usulan pembangunan masyarakat yang belum dapat dibiayai melalui APBD kabupaten maupun program reguler perangkat daerah provinsi.

Melalui bantuan tersebut, sejumlah kebutuhan masyarakat seperti pembangunan infrastruktur lingkungan, peningkatan fasilitas pelayanan publik, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat memperoleh dukungan anggaran. Karena itu, Arfan menilai Bankeu memiliki peran strategis dalam menjaga pemerataan pembangunan antardaerah.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran karena hingga kini alokasi Bankeu disebut belum masuk dalam kamus usulan penyusunan anggaran provinsi. Kondisi itu memunculkan ketidakpastian terhadap kelanjutan berbagai program pembangunan yang berasal dari usulan masyarakat.

“Jika Bankeu ditiadakan, pembangunan di daerah yang bersumber dari usulan langsung masyarakat terancam terhambat. Untuk tahun 2025 saja, banyak aspirasi masyarakat Kutim yang sudah kami perjuangkan,” katanya.

Meski demikian, Arfan menegaskan pembahasan mengenai Bankeu belum berakhir. DPRD Kaltim akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi agar kebijakan tersebut dapat dikaji ulang.

Ia berharap sinkronisasi pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota tetap berjalan sehingga aspirasi masyarakat tidak kehilangan jalur pembiayaan akibat perubahan kebijakan fiskal.

“Kami akan terus kawal agar aspirasi masyarakat di daerah tidak terputus hanya karena perubahan kebijakan di tingkat provinsi,” tutupnya.(adv)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 381
Previous Post

Banggar DPRD Samarinda Review Draf KUA-PPAS 2027, Uji Asumsi Fiskal Sebelum Dibahas dengan TAPD

Next Post

Ribuan Warga Dayak Kayan Padati Telen, Wabup Kutim Tekankan Persatuan dan Pemerataan Infrastruktur

Zahara

Zahara

Next Post
Ribuan Warga Dayak Kayan Padati Telen, Wabup Kutim Tekankan Persatuan dan Pemerataan Infrastruktur

Ribuan Warga Dayak Kayan Padati Telen, Wabup Kutim Tekankan Persatuan dan Pemerataan Infrastruktur

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Kemiskinan Perdesaan NTT Capai 21,64 Persen, Ricard: Rakyat Butuh Keberpihakan Negara

Kemiskinan Perdesaan NTT Capai 21,64 Persen, Ricard: Rakyat Butuh Keberpihakan Negara

7 Oktober, 2026
Perizinan Reklame Berbelit, Samri: Jangan Terus Main Kucing-kucingan

Perizinan Reklame Berbelit, Samri: Jangan Terus Main Kucing-kucingan

7 Oktober, 2026
Kupon Mengatur Giliran, Deni Minta Kekurangan Kuota BBM Samarinda Dituntaskan

Kupon Mengatur Giliran, Deni Minta Kekurangan Kuota BBM Samarinda Dituntaskan

7 Oktober, 2026
Deni Soroti Beban Truk di Ir Sutami, Usulkan Penataan Kawasan lewat RTRW

Deni Soroti Beban Truk di Ir Sutami, Usulkan Penataan Kawasan lewat RTRW

7 Oktober, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Kemiskinan Perdesaan NTT Capai 21,64 Persen, Ricard: Rakyat Butuh Keberpihakan Negara

Perizinan Reklame Berbelit, Samri: Jangan Terus Main Kucing-kucingan

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.