SANGATTA – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, menekankan pentingnya pendekatan yang menyenangkan dalam mendidik anak. Menurutnya, rumah dan sekolah harus menjadi lingkungan yang membuat anak merasa aman, nyaman, dan ingin kembali.
Pesan tersebut disampaikan Kak Seto dalam Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi.
Dalam talkshow tersebut, Kak Seto hadir bersama Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (SRA), Baharuddin. Keduanya membahas kesehatan mental serta kebahagiaan anak di tengah perkembangan zaman.
Kak Seto menanggapi nostalgia Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengenai lagu-lagu anak era 80-an. Ia menilai anak-anak saat ini perlu mendapatkan ruang ekspresi yang sesuai dengan usia dan tidak dibebani tekanan berlebihan.
“Mendidik anak tidak bisa dengan kekerasan atau kalimat yang menakut-nakuti. Anak-anak membutuhkan senyuman, dengarkan suara mereka, dan ciptakan suasana belajar yang menyenangkan (homey dan friendly). Sekolah dan rumah harus menjadi tempat yang paling merindukan bagi anak,” ujar Kak Seto dengan senyum khasnya.
Kehadiran Kak Seto dalam acara tersebut juga mendapat apresiasi Bupati Ardiansyah. Kondisi fisik Kak Seto disebut belum sepenuhnya pulih dan sempat mendapatkan perawatan medis berupa infus sebelum keberangkatannya ke Kutim.
“Kami sangat berterima kasih dan menaruh rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Kak Seto. Walaupun kabar terakhir beliau sempat diinfus, semangat dan kecintaannya pada anak-anak membuat beliau tetap menyempatkan hadir langsung di Bukit Pelangi ini,” ungkap Ardiansyah.
Menurut Bupati, keteladanan tersebut menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah, pendidik, dan orang tua untuk terus memperjuangkan hak serta perlindungan anak.
Kak Seto juga mengapresiasi sejumlah kebijakan Pemkab Kutim, termasuk pencanangan Wajib Belajar 13 Tahun, pembebasan biaya perlengkapan sekolah, serta rencana pembangunan RTH ramah anak di setiap kecamatan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi parenting sekaligus Sekolah Ramah Anak. Kehadiran Kak Seto juga memberikan keteladanan mengenai pentingnya komitmen dalam memperjuangkan masa depan dan kebahagiaan anak.(adv)













