SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperkuat komitmen menciptakan lingkungan yang sehat dan ramah anak melalui kampanye ketahanan keluarga serta perlindungan anak dari paparan asap rokok. Hal tersebut mengemuka dalam Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi.
Peringatan HAN tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya ketahanan keluarga dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Pemkab Kutim bersama para pakar anak mendorong perlindungan fisik dan mental anak dimulai dari lingkungan keluarga hingga ruang publik.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, secara khusus menyoroti bahaya paparan asap rokok terhadap kesehatan fisik dan tumbuh kembang anak. Ia mengajak orang tua serta masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menciptakan rumah dan ruang publik yang bersih tanpa asap rokok.
“Perlindungan anak harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Kita ingin anak-anak Kutai Timur tumbuh di lingkungan yang sehat, bebas dari ancaman asap rokok, baik di dalam rumah maupun di fasilitas umum. Ini bentuk komitmen kita dalam menjaga ketahanan fisik dan kualitas hidup mereka sejak dini,” tegas Bupati Ardiansyah.
Komitmen tersebut sejalan dengan rencana pembangunan Taman Terbuka Hijau (RTH) ramah anak dan keluarga di setiap kecamatan. RTH tersebut dirancang sebagai ruang publik yang bersih, hijau, dan aman serta bebas dari paparan rokok dan polusi.
Sementara itu, Ketua Umum LPAI Pusat, Seto Mulyadi atau Kak Seto, menekankan ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional anak.
“Anak-anak tidak bisa tumbuh optimal dalam suasana kekerasan atau kepungan asap rokok. Mendidik anak membutuhkan senyuman, komunikasi yang hangat, serta rasa aman. Ketika rumah dan sekolah menjadi tempat yang merindukan, di situlah ketahanan keluarga dan mental anak terbangun kokoh,” ujar Kak Seto.
Kepala DPPPA Kutim, Idham Chalid, menyebut kampanye ketahanan keluarga dan kesehatan anak terus diintegrasikan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan dan organisasi kemasyarakatan.(adv)













