Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Ismail Latisi Soroti Implikasi Pengalihan P3K Guru ke Pemerintah Pusat

Zahara by Zahara
20 Agustus, 2026
in Berita Utama
0
Ismail Latisi Soroti Implikasi Pengalihan P3K Guru ke Pemerintah Pusat

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi.

FacebookTwitterWhatsapp

Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memilih berhati-hati menanggapi kebijakan pemerintah pusat terkait pengalihan pengelolaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

Menurut Ismail, kebijakan tersebut perlu dikaji lebih jauh, khususnya mengenai implikasinya terhadap pemerintah daerah setelah status guru P3K berubah menjadi pegawai pemerintah pusat.

Pernyataan itu disampaikan Ismail usai audiensi terkait Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bersama BNN Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda, Kamis (20/8/2026), di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda.

Ismail yang juga pernah berprofesi sebagai guru mengatakan belum ingin memberikan penilaian lebih jauh sebelum melihat dampak kebijakan tersebut terhadap daerah.

“Saya belum berani komentar jauh. Kita harus lihat implikasinya ke depan,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, apabila pengelolaan guru P3K benar-benar diambil alih pemerintah pusat, status mereka akan berubah dari pegawai daerah menjadi pegawai pusat. Kondisi tersebut dinilai perlu dilihat kaitannya dengan pemerintah daerah.

“Kalau seandainya diambil alih pusat, mereka bukan lagi, dalam tanda petik, pegawai daerah, tapi sudah menjadi pegawai pusat. Ini nanti irisan dengan daerah bagaimana,” katanya.

Meski demikian, Ismail menilai pemerintah pusat tentu telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengeluarkan kebijakan tersebut. Karena itu, ia memilih menunggu perkembangan dan dampaknya sebelum memberikan tanggapan lebih jauh.

“Saya rasa pemerintah pusat ketika mengeluarkan kebijakan sudah dengan segala macam pertimbangannya. Jadi belum berani berkomentar lebih jauh. Kita harus lihat dulu,” ucapnya.

Terkait kemungkinan kebijakan tersebut meringankan beban pemerintah daerah, terutama dari sisi pembiayaan gaji, Ismail menyatakan pada prinsipnya hal itu dapat dipahami sebagai upaya efisiensi.

“Kalau kita bicara mengurangi beban daerah untuk efisiensi beban gaji, kita setuju. Bagus saja,” jelasnya.

Namun, ia menilai persoalan tidak berhenti pada pengurangan beban penggajian. Perubahan status dari pegawai daerah menjadi pegawai pusat juga perlu dikaji untuk melihat kemungkinan munculnya dampak lain terhadap pemerintah daerah.

“Bisa saja sebetulnya anggarannya diberikan ke daerah, nanti daerah yang menggaji. Bisa juga begitu,” tuturnya.

Menurut Ismail, pemerintah daerah perlu mengetahui secara jelas konsekuensi lain dari perubahan status tersebut.

“Statusnya otomatis sudah berubah dari pegawai daerah menjadi pegawai pusat. Ini implikasinya ke daerah kira-kira apa? Selain pengurangan beban daerah untuk gaji, ada enggak implikasi-implikasi lainnya yang kita belum tahu,” paparnya.

Terkait kemungkinan adanya pembahasan lanjutan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Ismail memastikan pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian terhadap kebijakan turunan yang muncul setelah kebijakan pusat diterapkan.

“Pasti ketika ada satu kebijakan dari pemerintah pusat, berefek kemudian ke pemerintah daerah, termasuk turunan-turunan kebijakan yang ada di bawahnya. Nanti pasti kemudian menyesuaikan,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 448
Previous Post

Ismail Latisi Dorong Pencegahan Narkoba Masuk Kurikulum Sekolah di Samarinda

Next Post

Samarinda Kekurangan 500 Guru, Ismail Latisi Dorong Pengangkatan Guru Jadi Prioritas

Zahara

Zahara

Next Post
Samarinda Kekurangan 500 Guru, Ismail Latisi Dorong Pengangkatan Guru Jadi Prioritas

Samarinda Kekurangan 500 Guru, Ismail Latisi Dorong Pengangkatan Guru Jadi Prioritas

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Kebakaran Hanguskan Bangsalan dan Empat Kios Kantin di Samarinda, Dua Orang Luka Bakar

Kebakaran Hanguskan Bangsalan dan Empat Kios Kantin di Samarinda, Dua Orang Luka Bakar

20 Agustus, 2026
Sri Puji Soroti Perda P4GN Samarinda Belum Tersosialisasi Optimal

Sri Puji Soroti Perda P4GN Samarinda Belum Tersosialisasi Optimal

20 Agustus, 2026
P3K Guru Dialihkan ke Pusat, Sri Puji Soroti Beban Anggaran dan Distribusi Guru

P3K Guru Dialihkan ke Pusat, Sri Puji Soroti Beban Anggaran dan Distribusi Guru

20 Agustus, 2026
Sri Puji Ungkap Wacana Tes Urine Pelajar Masih Dibahas di DPRD

Sri Puji Ungkap Wacana Tes Urine Pelajar Masih Dibahas di DPRD

20 Agustus, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Kebakaran Hanguskan Bangsalan dan Empat Kios Kantin di Samarinda, Dua Orang Luka Bakar

Sri Puji Soroti Perda P4GN Samarinda Belum Tersosialisasi Optimal

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.