Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Dapil Samarinda, Andi Satya Adi Saputra, mengkritik tingginya angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang terjadi setiap tahun di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Menurutnya, tingginya SiLPA mencerminkan adanya ketidakefisienan dalam pengelolaan anggaran daerah.
Andi menilai bahwa dana SiLPA yang terkumpul seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendanai berbagai program pembangunan yang belum terealisasi.
“Banyak program dan proyek yang belum terlaksana karena anggaran tidak terserap dengan baik,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (10/11/24).
Lebih lanjut, Andi berharap agar Pemprov Kaltim dapat memaksimalkan penggunaan anggaran SiLPA untuk menyelesaikan proyek-proyek yang belum selesai dan lebih memprioritaskan kebutuhan pembangunan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Kami berharap anggaran SiLPA bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang belum terjangkau, seperti program-program yang memberi dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Andi juga menyoroti kurangnya efisiensi dalam pengelolaan dana SiLPA yang menurutnya harus lebih optimal agar bisa memberikan manfaat yang nyata.
Meski anggaran SiLPA yang besar, kata Andi, keluhan masyarakat terkait masalah infrastruktur dan pelayanan publik tetap tinggi. Oleh karena itu, dia menilai anggaran tersebut harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.
“Kami menghimbau agar pemerintah daerah ke depan lebih bijaksana dalam merencanakan dan mengelola anggaran, agar dana yang ada tidak hanya tercatat sebagai sisa anggaran, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya (ADV)













