Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan normalisasi sungai di kawasan ibu kota provinsi, Samarinda, guna mencegah banjir yang kerap melanda, terutama di wilayah Rapak Dalam.
“Meskipun normalisasi sungai telah dilakukan di beberapa titik hulu, hal ini belum cukup untuk mengatasi masalah banjir secara menyeluruh,” katanya, Minggu (10/11/24).
Andi mengkritik upaya normalisasi yang selama ini hanya terfokus pada bagian hulu sungai, tanpa memperhatikan pentingnya penanganan di bagian hilir yang lebih dekat dengan muara Mahakam.
“Normalisasi harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, agar bisa mengurangi potensi banjir, karena air yang mengalir dari hilir tetap berisiko meluap ke kawasan permukiman,” jelasnya.
Menurut Andi, upaya normalisasi sungai yang menyeluruh dan terintegrasi akan lebih efektif dalam mengurangi risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
“Karena itu, pentingnya koordinasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pihak terkait lainnya agar proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Samarinda,” tuturnya.
Masyarakat di kawasan yang sering terdampak banjir, khususnya di Rapak Dalam, berharap agar proyek normalisasi ini segera direalisasikan untuk mengurangi kerugian material dan menghindari korban jiwa akibat bencana banjir.
Andi Satya Adi Saputra berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan warga dan mendorong pihak-pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam normalisasi sungai hingga mencapai muara Mahakam. (ADV)













