Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menanggapi keluhan warga Rapak Dalam, khususnya yang tinggal di RT-3, Samarinda Seberang, mengenai terbatasnya akses pendidikan di wilayah tersebut.
Warga setempat menyuarakan harapan agar SMA Negeri 10 (SMAN-10) dibuka kembali di lokasi semula, guna menyediakan lebih banyak pilihan sekolah negeri bagi anak-anak di daerah itu.
Andi Satya menjelaskan bahwa meskipun terdapat SMA Negeri 4 yang terletak tidak jauh dari kawasan tersebut, jumlah sekolah negeri yang terbatas belum mampu mengakomodasi jumlah siswa yang terus berkembang.
“Warga menyatakan bahwa keberadaan SMAN 4, meski cukup dekat, tidak mampu menampung semua anak yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah negeri,” ungkapnya, Minggu (10/11/24).
Lebih lanjut, Andi Satya menyoroti permasalahan yang muncul akibat sistem zonasi yang seharusnya memudahkan anak-anak mendapatkan pendidikan di dekat rumah. Namun, dengan terbatasnya pilihan sekolah negeri, sistem ini justru menjadi tantangan bagi banyak orang tua.
“Kami berharap SMAN-10 dapat kembali diaktifkan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak di Rapak Dalam,” jelasnya.
Warga mengeluhkan kesulitan dalam memperoleh tempat di SMAN 4, yang saat ini menjadi satu-satunya pilihan sekolah negeri di sekitar mereka. Oleh karena itu, Andi Satya menegaskan pentingnya pemulihan SMAN-10 sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut, sekaligus memastikan pemerataan fasilitas pendidikan di wilayah Kaltim.
“Untuk memastikan pendidikan yang lebih merata dan akses pendidikan yang lebih mudah, pengembalian SMAN-10 ke lokasi asalnya akan sangat membantu,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Andi Satya mengingatkan akan pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan di Kalimantan Timur, agar anak-anak di daerah terpencil seperti Rapak Dalam tidak terhambat dalam mengakses pendidikan yang berkualitas. (ADV)













