Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, mengingatkan pentingnya kemampuan berbahasa asing bagi generasi muda di Kaltim untuk dapat bersaing di pasar global. Menurutnya, pemuda saat ini harus mampu menguasai lebih dari satu bahasa untuk memperkuat posisi mereka di dunia kerja yang semakin terhubung secara internasional.
“Untuk dapat bersaing di pasar global, pemuda harus menguasai berbagai bahasa, bukan hanya bahasa Inggris, tapi juga bahasa-bahasa asing lainnya, seperti Mandarin. Ini sangat penting untuk memastikan kita tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja asing,” ujar Sapto, Selasa (19/11/24).
Sapto menyebutkan bahwa pemuda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan kemampuan intelektual yang setara dengan negara lain. Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan dalam penguasaan bahasa asing sering kali menjadi penghalang utama bagi mereka untuk maju dan berkompetisi di dunia internasional.
“Secara pengetahuan, kita tidak kalah dengan negara lain. Tapi, penguasaan bahasa sering kali menjadi hambatan yang nyata. Inilah yang perlu diperbaiki,” katanya.
Selain penguasaan bahasa, Sapto juga menyoroti rendahnya tingkat literasi di kalangan masyarakat Indonesia, yang menurutnya berdampak pada perkembangan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebutkan bahwa banyak orang yang menginginkan hasil instan tanpa melalui proses pembelajaran dan peningkatan diri yang berkelanjutan.
“Literasi kita masih rendah, banyak yang ingin cepat sukses tanpa mau berusaha untuk meningkatkan kemampuan mereka. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua,” tambah Sapto.
Melalui ini, Sapto berharap agar pemuda di Kalimantan Timur dapat memanfaatkan kesempatan untuk terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, terutama dalam penguasaan bahasa asing, guna bersaing di kancah global dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. (ADV)













