Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi, menyatakan keprihatinannya terhadap rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Kota Samarinda, terutama menyusul fenomena unik pada Pemilu 2024 yang hanya menghadirkan satu pasangan calon yang bersaing melawan kotak kosong. Menurut Subandi, kondisi ini memunculkan tantangan besar dalam menciptakan pilihan politik yang beragam bagi warga kota.
“Saat ini, meskipun hanya ada satu pasangan calon, masyarakat harus menerima kenyataan ini. Ada anggapan bahwa tidak ada alternatif, tetapi kita harus terus maju dan tidak terjebak dalam ketidakpastian,” ujar Subandi pada Selasa (19/11/24).
Namun, meskipun hanya ada satu calon, Subandi menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam Pilkada tetap sangat penting. Ia mengingatkan bahwa pada Pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih di Samarinda hanya mencapai 52 persen, yang menurutnya terlalu rendah untuk mencerminkan aspirasi warga secara keseluruhan.
“Angka 52 persen di Pilkada 2020 menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Partisipasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau DPRD,” jelasnya.
Subandi berharap agar Pilkada 2024 dapat mencatatkan angka partisipasi yang lebih tinggi, demi masa depan kota yang lebih baik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih sadar dan aktif dalam datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 27 November 2024 mendatang.
“Kita perlu menggugah kesadaran masyarakat agar lebih banyak yang datang ke TPS. Pemilihan yang baik dimulai dari partisipasi yang tinggi. Ini adalah langkah penting untuk kemajuan dan masa depan Samarinda,” tutupnya. (ADV)













