Samarinda — Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Syarifatul Sya’diah, mengajak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Berau untuk mendorong sinergi antara sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut.
Menurutnya, kolaborasi kedua sektor ini dapat memperkuat struktur ekonomi lokal dan membuka lebih banyak peluang usaha.
“Sektor UMKM terbukti tangguh bahkan saat pandemi. Ini menandakan potensi besar yang harus terus dikembangkan, apalagi jika didukung sektor pariwisata,” ujar Syarifatul, Senin (9/6/25).
Ia menjelaskan bahwa UMKM lokal memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, sektor pariwisata Berau yang terus berkembang dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal untuk lebih dikenal luas.
“Ketika pariwisata tumbuh, otomatis kebutuhan akan produk lokal juga meningkat. Ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan,” katanya.
Salah satu contoh yang ia soroti adalah produk cokelat lokal “Choco Berau”, yang kini sudah menembus pasar internasional.
Keberhasilan produk tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kerja sama antara petani lokal dan dukungan korporasi seperti PT Berau Coal, yang terlibat dalam pengembangan budidaya hingga pengemasan dan pemasaran.
“Cokelat bisa menjadi komoditas andalan baru Berau di luar sawit. Potensi ekonominya besar dan bisa terus dikembangkan,” jelasnya.
Selain cokelat, ia juga menaruh perhatian pada potensi komoditas lokal lainnya yang dinilai layak untuk digarap lebih serius.
Ia menegaskan bahwa DPRD siap memberikan dukungan kebijakan dan anggaran demi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor UMKM dan produk unggulan lokal.
“Kalau ada inisiatif untuk mengembangkan potensi lokal, kami siap mendukung. Ini langkah konkret menuju kemandirian ekonomi daerah,” tutupnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : Radit













