Samarinda — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, meminta Pemerintah Kota Samarinda segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi keterbatasan lahan pemakaman.
Ia menyoroti kondisi sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang sudah penuh dan tidak lagi mampu menampung jenazah baru.
“Lahan pemakaman makin terbatas. Beberapa lokasi sudah penuh, dan ini membuat warga kesulitan memakamkan keluarganya,” ujar Ananda, Senin (9/6/25).
Ia menyebutkan, kawasan seperti Sungai Kunjang dan Karang Asam Ulu sudah tidak memiliki ruang yang memadai. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, ia khawatir akan menimbulkan persoalan sosial yang lebih besar di kemudian hari.
Menurut Ananda, salah satu solusi yang bisa diambil adalah membuka TPU baru dengan memanfaatkan aset milik pemerintah daerah atau menggandeng lembaga masyarakat melalui skema kerja sama.
“Lahan kosong milik pemda bisa dimanfaatkan. Atau bisa juga kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga keagamaan. Ini urusan kemanusiaan, jangan ditunda,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Ia juga menilai perlunya revisi terhadap regulasi daerah yang selama ini menjadi kendala dalam proses pembukaan lahan pemakaman. Aturan yang terlalu kaku dinilai bisa memperlambat eksekusi di lapangan.
“Perda soal pemakaman perlu ditinjau ulang agar lebih adaptif. Administrasi tetap penting, tapi jangan sampai menghambat kebutuhan mendesak,” jelasnya.
Ananda turut mengapresiasi langkah DPRD Kota Samarinda yang mulai menggagas revisi regulasi di tingkat kota.
Di level provinsi, menurutnya, DPRD Kaltim pun telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna membahas isu pemakaman secara lebih komprehensif.
“Kami di DPRD Kaltim siap mendukung, baik dalam pengawasan maupun penganggaran. Yang terpenting, aspirasi dan kebutuhan masyarakat harus dijawab secara nyata,” tutupnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : Radit













