Samarinda: Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya sebagai aktor di balik demonstrasi sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Isu tersebut mencuat di media sosial dan dinilai berasal dari serangan buzzer yang belakangan semakin masif.
Adnan menegaskan, dirinya tidak pernah terlibat dalam pendanaan maupun penggerakan massa mahasiswa. Meski mengakui memiliki banyak teman di lingkungan HMI, ia menyatakan bahwa hubungan itu bersifat personal, bukan politis.
“Saya memang punya banyak teman di HMI. Tapi bukan berarti saya ikut campur dalam aksi mereka,” tegas politisi Partai Golkar tersebut (3/7/2025).
Tuduhan yang beredar, menurutnya, tidak hanya menyesatkan, tetapi juga menjurus ke arah fitnah. Ia menantang siapa pun yang memiliki bukti agar menempuh jalur hukum, bukan menyebarkan tuduhan di ruang digital.
“Kalau ada yang merasa punya bukti, silakan laporkan. Jangan asal tuduh di media sosial,” katanya.
Adnan bahkan menyatakan kesiapannya untuk membuktikan integritasnya melalui cara apa pun, termasuk sumpah pocong. Ia menyebut ini bukan sekadar bantahan, tetapi pembelaan terhadap nama baik sebagai wakil rakyat.
“Kalau memang perlu, saya siap sumpah pocong. Ini soal harga diri dan integritas saya,” ujarnya.
Menanggapi isu kedekatannya dengan Ketua HMI Cabang Samarinda, Adnan menyatakan bahwa kontak langsung justru baru terjadi belakangan ini. Ia membantah adanya relasi khusus yang mengarah pada keterlibatan dalam aksi demonstrasi.
“Baru kemarin ketua HMI menghubungi saya. Itupun baru pertama kalinya,” jelasnya.
Ia menduga, opini publik yang berkembang telah direkayasa oleh pihak tertentu untuk mempolitisasi gerakan mahasiswa dengan menautkannya kepada figur politik. Meski begitu, ia menyatakan kesiapan untuk kooperatif apabila dimintai keterangan resmi oleh pihak berwenang.
“Saya terbuka dan siap kooperatif. Supaya terang siapa yang benar, dan siapa yang hanya menyebar fitnah,” ujarnya.
Lebih jauh, Adnan mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga rasionalitas dalam menanggapi isu-isu politik, terutama yang bersumber dari akun anonim di media sosial. Ia menegaskan bahwa demonstrasi adalah bagian dari demokrasi, tetapi tidak semua aksi harus diseret ke ruang politisasi tanpa dasar.
“Demonstrasi itu sah dalam demokrasi. Tapi jangan semua aksi lantas ditarik ke ranah politik tanpa bukti yang kuat,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat Samarinda agar tetap menjaga ruang demokrasi yang sehat, rasional, dan bertanggung jawab.
“Mari kita jaga ruang demokrasi di Samarinda agar tetap rasional dan tidak mudah terbakar provokasi,” pungkasnya. (Adv)













