KOMBENG — Beberapa waktu lalu, Kecamatan Kombeng menjadi salah satu titik Active Case Finding (ACF) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Kesehatan. Kegiatan yang bertempat di Balai Pertemuan Umum Desa Makmur Jaya ini, difokuskan untuk melacak dan menekan penyebaran Tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan paru secara gratis dengan X-Ray.
Menurut data Dinas Kesehatan Kutim, wilayah seperti Muara Wahau dan Kombeng masuk ke dalam zona yang perlu perhatian serius terkait TBC. Faktor kepadatan hunian, mobilitas antarwilayah, dan keterbatasan akses layanan kesehatan memang menjadi tantangan tersendiri.
Dukungan terhadap program ini datang dari aparat kecamatan. Sekretaris Kecamatan Kombeng Uleh Juk, menegaskan pentingnya partisipasi aktif warga. Ia mengapresiasi langkah Dinkes Kutim yang tidak hanya menghadirkan layanan, tetapi juga sebelumnya telah mengedukasi masyarakat melalui Puskesmas Muara Wahau dan Kombeng.
“Jangan malu, jangan takut. Pemeriksaan ini untuk kebaikan bersama. Justru yang malu memeriksa, bisa berisiko menularkan pada orang terdekat,” kata Uleh di hadapan ratusan warga yang hadir.
Uleh menambahkan, pihaknya bersama Forkopimcam dan para kepala desa telah menyebarkan informasi kegiatan ini secara massif. Dukungan logistik dan teknis pun disiapkan agar pemeriksaan bisa berjalan lancar, akurat, dan menjangkau sebanyak mungkin warga.
Dengan gerakan ACF ini, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa deteksi dini bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. Terutama karena TBC bukan lagi penyakit orang miskin atau kumuh, melainkan bisa menjangkiti siapa pun, di mana pun. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













