Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menekankan perlunya upaya proaktif dalam menanggulangi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat selama musim pancaroba. Dalam situasi ini, ia mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk lebih bekerja sama dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Andi Satya menjelaskan bahwa kasus DBD biasanya melonjak drastis antara November hingga April, yang merupakan masa peralihan musim hujan. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap potensi genangan air, yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
“Selama musim pancaroba ini, kita harus lebih waspada. Pemeriksaan dan pengendalian terhadap genangan air sangat penting untuk mencegah penyebaran nyamuk pembawa virus DBD,” ujar Andi Satya pada acara yang berlangsung di Samarinda, Rabu (13/11/2024).
Selain itu, Andi Satya mendorong pelaksanaan fogging atau penyemprotan insektisida di daerah-daerah dengan tingkat kasus DBD yang tinggi. Langkah ini, menurutnya, perlu dilakukan secara berkala guna menghentikan penyebaran penyakit sebelum semakin meluas.
Politisi Partai Golkar ini juga memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menjadikan wilayah ini sebagai lokasi pilot project vaksinasi DBD. Program vaksinasi ini difokuskan untuk anak-anak usia sekolah, khususnya mereka yang berusia di bawah 10 tahun.
“Vaksinasi ini sangat diharapkan dapat menurunkan angka kejadian dan kematian akibat DBD, terutama pada anak-anak. Ini adalah langkah yang besar dan sangat penting untuk didukung oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.
Selain dukungan pemerintah, Andi Satya juga menekankan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengajak warga Kaltim untuk melakukan tindakan pencegahan dengan menghindari tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, serta membersihkan lingkungan sekitar dan memastikan tidak ada genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Dengan kombinasi vaksinasi, fogging yang rutin, dan kesadaran masyarakat yang tinggi, kami optimis bahwa kasus DBD di Kalimantan Timur dapat ditekan. Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dapat membawa hasil yang optimal dalam memerangi penyakit musiman ini,” tutupnya. (ADV)













