SANGATTA – Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta (APPISTA) kini resmi memiliki kepengurusan baru setelah dikukuhkan oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Pengukuhan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan organisasi pedagang dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kutim Jimmi, Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadani, serta para pedagang Pasar Induk Sangatta.
Ketua APPISTA Sudarman menyampaikan komitmennya menjadikan organisasi sebagai wadah yang mampu menyalurkan aspirasi pedagang kepada pemerintah.
“Kami berharap APPISTA menjadi wadah aspirasi bagi seluruh anggota,” katanya. Ia menambahkan peningkatan kesejahteraan pedagang menjadi fokus utama kepengurusan yang baru.
Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadani mengungkapkan APPISTA telah berdiri sejak 2019. Ia menjelaskan berbagai tantangan perdagangan muncul akibat kondisi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga bahan baku kimia hingga 30–50 persen.
Di sisi lain, Nora mengapresiasi Pasar Induk Sangatta yang tetap berjalan dengan baik dan bebas dari praktik premanisme.
“Pedagang pasar induk adalah salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Kami mengapresiasi program-program APPISTA,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menjelaskan kondisi ekonomi Kutim yang mengalami fluktuasi dalam dua tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 9,82 persen pada 2024 terkoreksi menjadi sekitar 1,05 hingga 1,3 persen pada 2025.
“Tahun 2024, Laju Pertumbuhan Ekonomi Kutim mencapai 9,82 persen, namun tahun berikutnya mengalami koreksi,” jelasnya.
Menurut Ardiansyah, penurunan tersebut dipicu kontraksi sektor pertambangan akibat kebijakan pengendalian eksplorasi. Meski demikian, sektor perkebunan, industri pengolahan, dan perdagangan justru mampu menopang ekonomi daerah.
Ia mengatakan jika sektor tambang tidak diperhitungkan, pertumbuhan ekonomi Kutim berada di kisaran 11 persen. Selain itu, meningkatnya penerimaan retribusi pasar menunjukkan ekonomi rakyat tetap bertahan di tengah perlambatan.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat kerja sama dengan BPR Kutim untuk mendukung akses permodalan pedagang.
“Saya yakin perbankan merasa senang melihat mitra mereka sangat bersemangat melalui wadah APPISTA ini,” pungkas Ardiansyah.
Pengukuhan pengurus APPISTA ditutup dengan sesi foto bersama yang diharapkan menjadi awal sinergi lebih kuat antara pemerintah daerah dan para pedagang Pasar Induk Sangatta.(adv)













