TENGGARONG – Pembangunan Bendungan Marangkayu di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, menjadi titik terang bagi ketahanan pangan di Kutai Kartanegara (Kukar).
Dengan kapasitas suplai air untuk 1.500 hektare lahan pertanian, bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan dan mengurangi dampak musim kemarau terhadap hasil panen petani.
Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, meninjau langsung progres proyek tersebut pada Minggu (2/3/2025) untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai target.
“Pembangunan ini sangat penting untuk ketahanan pangan. Bendungan ini akan membantu petani mendapatkan akses air yang lebih stabil sepanjang tahun,” ujar Ahyani.
Bagi para petani, air adalah faktor utama dalam keberhasilan panen. Selama ini, mereka harus menghadapi musim kemarau yang sering kali membuat sawah mengering dan hasil panen tak menentu. Dengan adanya bendungan, mereka bisa lebih tenang dalam menjalankan usaha tani mereka.
“Kalau ada bendungan, kami tidak perlu lagi khawatir sawah kering saat kemarau panjang. Produksi padi bisa lebih konsisten dan hasil panen lebih maksimal,” ungkap Jumadi (52), seorang petani setempat.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Yosiandi Radi, menjelaskan bahwa total kebutuhan lahan untuk proyek ini mencapai 653,09 hektare atau 1.224 bidang tanah.
Hingga saat ini, 47 persen lahan telah dibebaskan, terdiri dari tanah masyarakat 196,15 hektare (351 bidang), tanah PTPN 114,8 hektare (112 bidang), dan tanah KSP 0,1 hektare (1 bidang).
Sementara itu, tanah yang belum dibebaskan masih sekitar 53 persen, meliputi tanah masyarakat 109,94 hektare (243 bidang), tanah PTPN 87,2 hektare (249 bidang), tanah KSP 81,9 hektare (133 bidang), dan tanah PHSS 61 hektare (129 bidang).
Menurut Yosiandi, bendungan Marangkayu nantinya akan memanfaatkan air dari Sungai Marangkayu dan Sungai Prangat, dengan berbagai fungsi strategis.
Di antaranya, menyuplai air irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.500 hektare, memproduksi air baku sebesar 450 liter per detik, mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air, menjadi potensi sumber energi terbarukan melalui PLTMH dengan kapasitas 135 kWh, dan meningkatkan potensi pariwisata di Marangkayu.
“Kami terus melakukan penyempurnaan konstruksi bendungan yang masuk dalam PSN guna meningkatkan kapasitas tampungan air, yang sangat penting untuk mendukung program ketahanan pangan di Kaltim,” tandasnya.
Dengan infrastruktur pengairan yang lebih baik, diharapkan sektor pertanian di Kukar dapat tumbuh lebih pesat, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. (ADV)













