TENGGARONG – Madu kelulut kini menjadi harapan baru bagi ekonomi pedesaan di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Melihat potensi besar yang dimiliki Desa Tani Harapan, Kecamatan Loa Janan, Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan madu kelulut sebagai komoditas unggulan daerah.
Saat berkunjung ke lokasi budidaya lebah kelulut pada Minggu (2/3/2025), Edi melihat langsung bagaimana para petani mengelola sarang lebah dan menghadapi berbagai tantangan dalam pemasaran produk mereka.
“Saya melihat ada potensi besar di sini. Jika dikelola dengan baik dan didukung strategi pemasaran yang tepat, madu kelulut dari Kukar bisa menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional,” ujar Edi.
Untuk mewujudkan itu, Pemkab Kukar akan memberikan pelatihan, bantuan peralatan pengolahan, serta dukungan pemasaran digital agar madu kelulut dari Kukar memiliki daya saing lebih tinggi.
Kemasan produk, branding, serta pemasaran online menjadi fokus utama agar madu ini bisa masuk ke pasar modern, termasuk supermarket dan marketplace nasional.
Di Desa Tani Harapan, kelompok petani madu telah lama membudidayakan lebah kelulut, tetapi masih menghadapi kendala pemasaran.
Menurut Hartono, seorang petani madu kelulut, mereka bisa menghasilkan madu dalam jumlah besar, tetapi sulit menjangkau pasar luas karena kurangnya branding dan promosi.
Pemkab Kukar berkomitmen untuk memberikan fasilitasi kerja sama dengan marketplace dan supermarket besar, serta mendampingi petani dalam mengembangkan produk turunan seperti madu herbal, minuman kesehatan, hingga kosmetik berbasis madu kelulut.
Edi optimistis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, madu kelulut dari Kukar bisa menjadi produk unggulan yang mampu menembus pasar nasional dan bahkan internasional. (ADV)













