Samarinda – Akses air bersih masih menjadi permasalahan utama di Kota Samarinda, dengan ribuan warga yang belum mendapatkan pasokan memadai. Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto, menegaskan bahwa layanan air bersih harus menjadi prioritas, bukan sekadar janji tanpa realisasi.
“Air bersih adalah hak dasar warga. Pemerintah dan Perumdam Tirta Kencana harus memastikan distribusi yang merata. Kami tidak ingin masalah ini terus berlarut-larut,” ujar Rusdi
Ia menambahkan, DPRD akan terus mengawasi kebijakan terkait agar target cakupan penuh pada 2028 benar-benar tercapai.
Saat ini, kapasitas penyediaan air bersih di Samarinda hanya mencapai 3.400 liter per detik, sedangkan kebutuhan mencapai 5.600 liter per detik. Rusdi menyoroti kesenjangan ini sebagai masalah serius yang harus segera diselesaikan. “Ada kekurangan sekitar 2.200 liter per detik yang harus diatasi. Kami ingin tahu langkah konkret Perumdam dan pemerintah untuk menutup celah ini,” katanya.
Salah satu solusi yang dirancang adalah pembangunan satu Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru setiap tahun hingga 2029, dengan total anggaran sekitar Rp2 triliun. Namun, Rusdi menegaskan bahwa pembangunan ini harus diiringi dengan distribusi yang lebih efisien. “Jangan hanya membangun IPA, tapi jaringan distribusinya masih bermasalah. Ini harus diperbaiki secara menyeluruh,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk menjaga kualitas air. “Peningkatan kapasitas air bersih harus diimbangi dengan pengelolaan limbah yang baik, agar lingkungan kita tidak semakin tercemar,” ujarnya.
Masyarakat pun berharap pemerintah serius dalam menyelesaikan masalah ini. “Kami sudah sering dijanjikan perbaikan layanan air bersih, tapi realisasinya lambat,” ujar seorang warga di Kecamatan Samarinda Utara. Menanggapi keluhan ini, Rusdi memastikan bahwa DPRD akan terus mengawal setiap langkah yang diambil. “Kami tidak ingin ini hanya jadi wacana. Setiap rupiah yang dianggarkan harus berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan komitmen kuat dari DPRD, Rusdi berharap tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih dalam beberapa tahun ke depan. “Kami akan terus menekan pemerintah dan Perumdam agar hak dasar warga ini segera terpenuhi,” tandasnya.(Adv)













