Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp10 miliar sampai Rp15 miliar per tahun melalui program parkir berlangganan yang dijadwalkan mulai berjalan pada April 2026. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah pembenahan sistem perparkiran agar lebih tertib, transparan, serta menekan praktik juru parkir (jukir) liar.
Meski proyeksi tersebut dinilai menjanjikan, DPRD Samarinda mengingatkan bahwa realisasi di lapangan tidak semudah perhitungan di atas kertas.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyebut potensi PAD itu baru bisa tercapai jika partisipasi masyarakat berjalan optimal, terutama seluruh kendaraan bermotor masuk dalam skema berlangganan.
“Kalau secara hitungan ekonomi di atas kertas memang bisa segitu, tapi pelaksanaannya tidak semudah itu,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, Pemkot saat ini masih berada pada tahap awal dengan rencana uji coba yang menyasar aparatur sipil negara (ASN). DPRD pun belum menerima pemaparan rinci terkait skema teknis program tersebut.
“Kita juga belum melihat pemaparan resmi dari pemerintah kota terkait skema parkir berlangganan ini. Nanti pasti ada sosialisasi ke DPRD, kita lihat dulu seperti apa konsepnya,” tambahnya.
Dalam skema yang berkembang, masyarakat akan dikenakan retribusi parkir tahunan di muka, dengan kisaran tarif Rp400 ribu untuk kendaraan roda dua dan sekitar Rp1 juta untuk roda empat.
Namun, Iswandi menilai kebijakan ini perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Kalau melihat kondisi ekonomi sekarang, sebagian masyarakat mungkin merasa itu agak berat. Tapi itu relatif, tergantung juga dari manfaat yang diterima,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program parkir berlangganan tidak hanya bertumpu pada besaran tarif, melainkan juga pada nilai tambah yang dirasakan masyarakat.
“Jangan hanya menuntut masyarakat ikut parkir berlangganan, tapi tidak ada nilai tambah yang diberikan. Kalau seimbang, saya rasa masyarakat tidak akan keberatan,” pungkasnya. (Mujahid)













