SANGATTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) mengenai Standar Pelayanan Publik dan Literasi Statistik Indikator Makro Daerah di Ruang Damar, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BPS meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap data statistik.
FGD diikuti berbagai pemangku kepentingan yang terdiri atas perangkat daerah, akademisi, dan wartawan. Melalui forum tersebut, BPS menghimpun masukan dari pengguna layanan sekaligus menyampaikan berbagai inovasi yang telah dikembangkan untuk mempermudah akses data statistik.
Kepala BPS Kutim, Widiyantono, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat literasi statistik di tengah masyarakat.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan, sekaligus meningkatkan literasi data terkait indikator makro yang dihasilkan BPS, yang mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan masyarakat dapat mengakses berbagai data statistik melalui website resmi BPS, baik dalam bentuk tabel dinamis maupun buku publikasi yang tersedia untuk diunduh secara mandiri. Seluruh data tersebut dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat umum untuk berbagai kebutuhan.
Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, BPS juga menyediakan Pelayanan Statistik Terpadu (PST) yang memberikan ruang konsultasi mengenai data statistik. Masyarakat dapat memperoleh pendampingan secara langsung maupun menyampaikan kritik dan saran terhadap pelayanan yang diberikan.
Dalam kesempatan itu, BPS turut memperkenalkan pengembangan website terbaru yang memungkinkan pengguna membandingkan data antarwilayah di Kalimantan Timur. Data ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel yang dilengkapi penjelasan sederhana sehingga lebih mudah dipahami.
“Hasil FGD ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan serta mengembangkan inovasi agar penyampaian informasi statistik semakin optimal dan mudah dijangkau,” tambah Widiyantono.
Melalui kegiatan tersebut, BPS berharap pemanfaatan data statistik semakin meningkat sehingga dapat mendukung penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan berbasis data di Kutai Timur.(adv)













