KAUBUN – Turnamen Sepak Bola Bumi Rapak Cup 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit baru pesepak bola dari Kutai Timur (Kutim). Kompetisi yang digelar di Stadion Buaya Rapak, Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, tersebut diikuti 40 klub atau tim lokal.
Turnamen resmi dibuka Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Sabtu (1/8/2026) sore. Pembukaan ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Mahyunadi sebagai simbol dimulainya kompetisi.
Jumlah peserta tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tahun lalu, turnamen hanya diikuti 28 tim. Selain menjadi kompetisi olahraga, Bumi Rapak Cup juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat dan perusahaan di wilayah Kaubun.
Mahyunadi berharap peningkatan jumlah peserta dapat menjadi bagian dari proses pembinaan sepak bola di Kutim. Menurutnya, turnamen yang digelar secara rutin dapat memberikan kesempatan bagi pemain lokal untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensinya.
Ia juga berharap Bumi Rapak Cup terus menjadi agenda tahunan yang semakin besar dengan dukungan dari berbagai pihak. Dengan keberlanjutan kompetisi, potensi pemain lokal diharapkan dapat semakin terlihat dan berkembang.
Selain pembinaan, Mahyunadi menilai kegiatan olahraga memiliki fungsi sosial bagi masyarakat.
“Di zaman sekarang masyarakat bukan hanya butuh kesejahteraan, tetapi juga kebahagiaan. Salah satunya melalui kegiatan olahraga seperti ini,” katanya.
Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan persaudaraan selama kompetisi. Wasit diminta menjalankan tugas dengan jujur, sedangkan pemain harus menjunjung disiplin.
“Wasit harus jujur, pemain juga harus disiplin. Walaupun berbeda tim, kita tetap bersaudara,” tegasnya.
Kepala Desa Bumi Rapak sekaligus Ketua Panitia Padil Hidayat menyebut turnamen tahun ini terlaksana melalui kolaborasi dengan PT Indexim Coalindo. Dukungan perusahaan diberikan setelah adanya efisiensi anggaran desa.
“Tahun ini kami berkolaborasi dengan PT Indexim Coalindo. Alhamdulillah pesertanya meningkat menjadi 40 tim dan seluruh hadiah pembinaan senilai Rp 125 juta berasal dari dukungan perusahaan,” ujarnya.
Hadiah juara pertama sebesar Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, juara ketiga Rp20 juta, dan juara keempat Rp10 juta. Pemain terbaik, top skor, serta penjaga gawang terbaik masing-masing mendapat Rp5 juta.
Dengan dukungan tersebut, Bumi Rapak Cup diharapkan terus berkembang sebagai kompetisi lokal sekaligus ruang pembinaan atlet sepak bola Kutim.(ADV/prokopim/Kutim)













