Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menetapkan pengelolaan kawasan Citra Niaga berada di bawah tanggung jawab Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda.
Keputusan ini dinilai sejalan dengan karakter kawasan tersebut yang tak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Abdul Rohim, menyambut positif langkah Pemkot. Menurutnya, peralihan dari Dinas Perdagangan (Disdag) ke Disporapar merupakan keputusan strategis dan tidak menimbulkan persoalan berarti.
“Pada prinsipnya kami tidak terlalu memusingkan persoalan pengelolaan Citra Niaga, karena sektor pariwisatanya juga ada di kawasan Citra Niaga,” ujar Rohim kepada awak media di Samarinda.
Politisi PKS itu menilai, dengan pengelolaan yang lebih terarah oleh OPD yang membidangi pariwisata, Citra Niaga berpeluang tampil lebih representatif dan memiliki tata kelola yang lebih baik.
Ia juga menilai, Pemkot memiliki keinginan kuat menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu pusat wisata unggulan di Samarinda.
Rohim menegaskan, perubahan pengelolaan ini harus memberikan dampak nyata bagi para pedagang dan pengunjung. Ia berharap Citra Niaga dapat menjadi pusat kegiatan yang bukan hanya menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga membangkitkan kembali gairah wisata kota.
“Berharap ada dampak bagi para pedagang maupun bagi para pengunjung. Mereka merasakan dampak positifnya dengan tata kelola yang semula di Disdag kemudian ditangani oleh Disporapar,” ujarnya.
Menurut Rohim, Samarinda saat ini berkembang sebagai pusat hiburan dan aktivitas masyarakat di Kalimantan Timur. Karena itu, ruang publik, kegiatan seni, dan aktivitas kreatif harus menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.
Dengan pengelolaan yang serius, Citra Niaga dapat menjadi ikon baru Kota Tepian sekaligus pusat ekonomi kreatif yang memperkuat identitas budaya Samarinda.
“Saya kira masyarakat haus hiburan, makanya perlu memasifkan pembangunan pariwisata di Samarinda. Maka revitalisasi kawasan Citra Niaga sangat penting untuk dijadikan pembangunan prioritas,” tutupnya.
Langkah Pemkot Samarinda ini dinilai sebagai strategi pengembangan kota yang menyeimbangkan fungsi perdagangan, pariwisata, dan kreativitas. (adv)













