Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Damayanti, menekankan bahwa upaya menurunkan angka stunting harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan pemberian gizi tambahan.
Ia menyebut edukasi kepada orang tua dan penguatan layanan kesehatan dasar sebagai langkah penting yang harus diperkuat.
“Stunting bukan semata persoalan makanan, tapi juga pola asuh dan kesadaran orang tua terhadap tumbuh kembang anak,” kata Damayanti, Sabtu (21/6/25).
Meski angka stunting di Kaltim menurun, Damayanti menilai tantangan terbesar adalah menjangkau masyarakat secara merata. Akses ke layanan seperti posyandu dan Puskesmas disebut masih belum optimal, terutama di wilayah terpencil.
Damayanti mendorong orang tua rutin membawa anak ke posyandu. Menurutnya, layanan ini penting untuk pemantauan pertumbuhan dan deteksi dini gangguan perkembangan.
“Pemeriksaan berkala bukan soal makanan tambahan semata, tapi soal memastikan tumbuh kembang anak berjalan sesuai fase usia,” tegasnya.
DPRD Kaltim, kata Damayanti, telah mendorong peningkatan anggaran untuk program kesehatan ibu dan anak. Ia memastikan lembaganya akan terus mengawasi pelaksanaan program agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Keterlibatan legislatif, eksekutif, dan masyarakat dinilai krusial untuk mencapai target nasional penurunan stunting hingga 14 persen pada 2025.
“Komitmen kami jelas. Setiap anak di Kaltim berhak tumbuh sehat dan kuat. Penanganan stunting harus jadi agenda bersama,” tutupnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













