SANGATTA – Semangat kebersamaan mewarnai pesta pembangunan Gereja HKBP Resort Sangatta di Jalan Tongkonan Rannu, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu siang (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum jemaat memperkuat gotong royong untuk menyelesaikan pembangunan gereja yang telah berjalan hampir tiga tahun.
Jemaat masih membutuhkan sekitar Rp1,8 miliar untuk menyelesaikan pembangunan. Targetnya, gereja tersebut sudah dapat digunakan dalam perayaan Natal pada Desember 2026.
Pesta pembangunan dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, Anggota DPRD Kutim Yusuf Silambi, perwakilan Kodim 0909/Kutai Timur dan tokoh masyarakat H. Sakka. Hadir pula Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo Pdt. Samuel Ambarita, Pendeta HKBP Resort Sangatta Pdt. Korri Lumbantoruan, panitia pembangunan dan warga jemaat.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Resort Sangatta, S. Ambarita, menjelaskan pembangunan hingga kini telah mengumpulkan dana sekitar Rp5 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp3 miliar berasal dari bantuan Pemkab Kutim dan sekitar Rp2 miliar dari partisipasi jemaat.
“Pembangunan gereja ini sudah berjalan hampir tiga tahun. Sampai saat ini, dana yang sudah masuk kurang lebih Rp5 miliar. Namun, masih ada kebutuhan sekitar Rp1,8 miliar untuk menyelesaikan pembangunan,” ujar S. Ambarita.
Melalui pesta pembangunan, jemaat kembali berupaya memenuhi kebutuhan dana tersebut. Rumah ibadah ini nantinya akan melayani sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 1.200 jiwa yang saat ini dilayani tiga orang hamba Tuhan.
Mahyunadi mengapresiasi kekompakan jemaat dalam mengupayakan penyelesaian pembangunan. Ia menilai pembangunan rumah ibadah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah tentu mendukung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan rumah ibadah. Tetapi yang paling penting adalah semangat jemaat untuk terus bergotong royong,” kata Mahyunadi.
Di hadapan jemaat, Mahyunadi juga menyampaikan komitmen Pemkab Kutim untuk memberikan bantuan yang signifikan melalui anggaran 2027.
Ia berharap gereja tersebut dapat segera diselesaikan dan digunakan untuk kegiatan ibadah serta pembinaan masyarakat.
“Kita berharap pembangunan ini segera selesai dan bisa digunakan untuk beribadah, membentuk manusia yang berakhlak mulia selaras dengan misi Pembangunan Kutim,” ujarnya.
Selain penggalangan dana, pesta pembangunan juga menjadi ruang mempererat persaudaraan jemaat. Prosesi mangulosi kepada Mahyunadi dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol kasih, doa dan berkat dalam tradisi Batak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari manortor, berbagai tarian serta puji-pujian. Rangkaian tersebut memperlihatkan kekompakan sekaligus kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan jemaat HKBP Resort Sangatta.
Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo Pdt. Samuel Ambarita turut mengapresiasi semangat jemaat yang terus bergandengan tangan menyelesaikan pembangunan.
Dengan dana sekitar Rp5 miliar yang telah terkumpul dan kebutuhan Rp1,8 miliar yang masih harus dipenuhi, perjuangan jemaat masih berlanjut. Batas waktu Desember 2026 menjadi target penting agar rumah ibadah tersebut dapat segera digunakan oleh sekitar 1.200 jiwa yang tergabung dalam jemaat HKBP Resort Sangatta.(ADV/prokopim/Kutim)













