KALIORANG – Sebagai daerah yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya, Kaliorang kembali menunjukkan semangat kebersamaan melalui Dialog Kebangsaan yang digelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kutai Timur. Acara ini bertempat di sebuah kafe sederhana dengan tema “Merawat Kebhinekaan, Memperkuat Persatuan untuk Kutim” yang mempertemukan tokoh masyarakat, pemerintah, dan paguyuban etnis dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Ketua Panitia, Albert Andris Njuk, menjelaskan bahwa Kaliorang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena sebelumnya sempat muncul kesalahpahaman antarsuku. Dengan berkumpul dan berdialog, ia berharap masyarakat dapat saling mengenal sehingga potensi konflik dapat dicegah. “Kutim ini milik kita bersama,” ujarnya.
Acara dibuka dengan paparan dua narasumber lintas daerah, yakni Gergorius H Gewar dari Forsolid NTT Kutim serta Asbudi dari KKSS Kutim. Keduanya menekankan pentingnya dialog, rasa saling memahami, dan menjaga ruang komunikasi agar masyarakat tetap rukun di tengah keberagaman. Kehadiran perwakilan Kesbangpol Kutim Hapiah, Camat Kaliorang Rusnomo, Camat Kaubun Saprani, kepala desa, perusahaan, dan berbagai paguyuban semakin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruang bersama untuk merawat harmoni.
Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa perbedaan tidak boleh dilihat sebagai ancaman, tetapi sebagai kekuatan bersama. Ardiansyah juga menyebut bahwa FPK memiliki peran strategis dalam menguatkan silaturahmi dan mencegah potensi gesekan sosial. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan menjadi kunci menciptakan situasi yang stabil di Kutim.
Ketua FPK Kutim H Abdul Kader menyambut baik antusiasme peserta. Ia menilai dialog ini sebagai momentum untuk meneguhkan kembali nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan, terutama di era digital yang memicu perubahan cepat. FPK bukan sekadar lembaga formal, tetapi jembatan harmoni bagi masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
Melalui dialog ini, nilai kebangsaan kembali digelorakan. FPK Kutim berharap kegiatan serupa terus digelar di kecamatan lain sebagai komitmen menjaga persatuan dan keharmonisan di Bumi Etam. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













