SANGATTA – Semangat transparansi publik di Kutai Timur (Kutim) kembali mendapat sorotan positif setelah Kecamatan Sangatta Utara dinobatkan sebagai yang terbaik dalam ajang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Award 2025. Acara ini digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, sebagai bentuk apresiasi terhadap kecamatan yang aktif menerapkan prinsip keterbukaan informasi.
Dari 18 kecamatan di Kutim, hanya 10 yang berpartisipasi dalam penilaian tahun ini. Lima di antaranya masuk nominasi, yaitu Teluk Pandan, Kombeng, Bengalon, Sangatta Utara, dan Sangatta Selatan. Berdasarkan hasil evaluasi, Sangatta Utara meraih skor tertinggi dengan 98 poin, disusul Bengalon di posisi kedua dan Kombeng di peringkat ketiga. Penilaian juga mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kelengkapan data publik, keaktifan dalam memberikan informasi kepada publik, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan informasi
Kepala Dinas Kominfo Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menegaskan bahwa PPID Award bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan sarana evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. “Kami ingin mengetahui sejauh mana perangkat daerah dan kecamatan telah menjalankan fungsi PPID secara maksimal. Dari sini, kita bisa memperbaiki kelemahan dan meningkatkan pelayanan informasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ronny juga mendorong partisipasi seluruh kecamatan dan desa untuk ikut serta tahun depan agar capaian transparansi informasi bisa lebih merata. “Kami harap, seluruh perangkat daerah dan desa dapat ikut berpartisipasi tahun depan. Keterbukaan informasi adalah hak masyarakat sekaligus bukti akuntabilitas pemerintah,” tambahnya.
Melalui penghargaan ini, Diskominfo Kutim berharap semangat keterbukaan semakin mengakar di semua bagian pemerintahan, mulai dari kabupaten hingga desa. Transparansi publik bukan hanya tentang mematuhi peraturan, tetapi juga sebuah langkah nyata membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













