PPU – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat strategi menarik investor dengan memperbanyak kemudahan perizinan serta memperluas jejaring kerja sama dengan pelaku usaha. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pencapaian target investasi daerah yang ditetapkan sebesar Rp4,7 triliun pada 2025.
“Salah satu langkah penting adalah memperbanyak kemudahan perizinan serta memperluas koneksi dengan calon investor. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) harus lebih aktif menjalin kerja sama dan membuka akses yang luas,” ujar Thohiron, Rabu (28/5/2025).
Ia menilai capaian realisasi investasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,7 triliun dari target Rp2,6 triliun merupakan prestasi luar biasa. Namun, peningkatan target dua kali lipat tahun ini menuntut upaya lebih masif dan sistematis.
Menurut Thohiron, sebagian besar investasi yang masuk ke PPU saat ini berasal dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, ia mengingatkan potensi penurunan realisasi investasi jika Kecamatan Sepaku secara resmi terlepas dari wilayah administrasi PPU.
“Kalau nanti IKN pisah dengan PPU, maka delapan perusahaan besar yang beroperasi di sana tidak akan lagi tercatat sebagai penyumbang investasi PPU. Ini tentu akan berdampak signifikan terhadap capaian investasi kita,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelepasan Kecamatan Sepaku baru dapat terjadi apabila telah ditandatangani secara resmi oleh Presiden RI. Namun, antisipasi sejak dini tetap diperlukan agar kondisi investasi PPU tetap stabil.
“Pemerintah daerah perlu bekerja ekstra dalam menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah, karena itu faktor utama yang membuat investor tertarik. Jangan sampai kita kehilangan daya saing hanya karena tidak siap menghadapi perubahan wilayah,” pungkas Thohiron. (adv)













