PENAJAM – Layanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai masih belum merata. Hingga kini, perusahaan daerah tersebut baru melayani sekitar 15.113 pelanggan atau sekitar 31 persen dari total penduduk PPU.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD PPU, Syarifuddin HR, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera mengatasi persoalan tersebut dengan memperluas cakupan layanan air bersih ke seluruh wilayah.
“Pemenuhan air bersih masih menjadi persoalan yang harus diatasi pemerintah daerah secara bertahap,” kata Syarifuddin. Rabu (05/03/2025).
Ia mendorong Pemkab PPU untuk membangun infrastruktur penampungan air baku serta Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) yang memadai guna meningkatkan produksi dan distribusi air bersih ke 54 kelurahan/desa.
“Pemerintah daerah harus memprogramkan peningkatan produksi air bersih agar layanan bisa merata. Apalagi ke depan, kebutuhan air bersih akan meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN),” terangnya.
Selain keterbatasan jangkauan layanan, Syarifuddin juga menyoroti keluhan pelanggan di wilayah pesisir Kelurahan Penajam, yang sering mengalami gangguan aliran air bersih.
“Warga di ujung Kelurahan Penajam sering mengeluhkan air tidak mengalir sepanjang hari. Kami berharap Perumda AMDT segera mengatasi masalah ini dengan pengaturan yang lebih baik agar seluruh pelanggan bisa mendapatkan pasokan air bersih secara merata,” pungkasnya. (adv)













