Samarinda – Upaya menekan angka stunting di Kota Samarinda terus menjadi perhatian legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai program Pro-Bebaya yang digagas Pemkot dapat menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan target zero stunting.
Menurutnya, Pro-Bebaya memiliki keunggulan karena langsung menyasar masyarakat di tingkat bawah. Dengan pola pelaksanaan yang berbasis RT dan kelurahan, program ini dinilai mampu menyesuaikan kebutuhan setiap wilayah.
“Pro-Bebaya ini instrumen yang tepat karena pelaksanaannya menyentuh langsung masyarakat,” ujar Novan.
Ia menekankan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada ketepatan data penerima manfaat.
Data akurat mengenai jumlah anak yang mengalami stunting dinilai krusial untuk merancang langkah penanganan yang efektif.
Lebih jauh, Novan mengingatkan pentingnya konsistensi dan pengawasan dalam pelaksanaan program.
Ia berharap Pro-Bebaya tidak hanya menjadi solusi sementara, melainkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang.
“Kalau konsisten dijalankan, Pro-Bebaya bisa membawa dampak besar bagi masa depan sumber daya manusia Samarinda,” pungkasnya. (adv)













