Samarinda: Meski telah tersedia di 26 puskesmas, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Samarinda belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Padahal, layanan ini dinilai strategis untuk mendeteksi dini penyakit dan menjaga kualitas hidup warga.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai rendahnya pemanfaatan program perlu mendapat perhatian serius.
Ia mengingatkan bahwa layanan kesehatan gratis tersebut tidak membatasi usia dan bisa diakses oleh semua kalangan.
“Warga tidak perlu khawatir. Semua sudah dipersiapkan dengan baik oleh puskesmas, dan layanan ini benar-benar gratis,” tegas Novan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari RT, PKK, serta tokoh masyarakat dalam menyosialisasikan program agar menjangkau lebih banyak warga. Sosialisasi yang intensif diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan diri.
Menurutnya, program CKG bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Samarinda.
“Jangan tunggu sakit dulu baru periksa. Lebih baik dicegah sejak awal, tanpa harus keluar biaya,” katanya.
Novan memastikan DPRD akan terus mendorong agar program ini dijalankan secara merata dan berkelanjutan. Ia berharap warga benar-benar melihat manfaat besar dari layanan ini sehingga angka penyakit dapat ditekan dan taraf hidup semakin baik. (adv)













