Samarinda: Pertumbuhan jumlah penduduk di Samarinda dinilai membawa dampak signifikan terhadap dinamika sosial masyarakat. Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyebut salah satu konsekuensi yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya tindak kriminalitas.
“Efek dari bertambahnya jumlah penduduk itu, salah satunya adalah potensi kejahatan ikut meningkat,” ungkap Novan saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda (5/09/2025).
Namun, ia menegaskan bahwa angka kriminalitas tidak bisa dijadikan tolok ukur utama untuk menilai kualitas sebuah kota. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana semua pihak berupaya menekan potensi tindak kejahatan sejak awal.
“Yang utama adalah mencegah agar masyarakat tidak terdorong melakukan pelanggaran hukum,” tegasnya.
Novan menilai, penyediaan lapangan kerja yang memadai merupakan strategi paling efektif. Perekonomian masyarakat yang stabil diyakini mampu mengurangi dorongan untuk melakukan tindakan kriminal.
“Pemerintah harus menciptakan peluang kerja sehingga warga bisa lebih mapan secara ekonomi, otomatis tingkat kriminalitas pun akan berkurang,” jelasnya.
Selain dukungan pemerintah, ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Bentuknya bisa berupa kepedulian sosial, hingga membuka peluang kerja bagi warga yang menganggur di sekitar mereka.
“Kalau ada pengangguran di lingkungan, masyarakat bisa memberi kesempatan agar mereka juga punya penghasilan,” ujarnya.
Novan optimistis, kolaborasi antara pemerintah dan warga dapat menciptakan kondisi sosial yang lebih kondusif. Stabilitas ekonomi dan keterlibatan aktif masyarakat dinilai akan menjadi pondasi penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Tepian. (adv)













