Samarinda – Kasus pencurian penutup drainase kembali marak di Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir. Aksi ini tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat, terutama pejalan kaki yang melintas di atas drainase tanpa pelindung.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan bahwa pencurian penutup drainase merupakan kejahatan yang merugikan banyak pihak.
“Ini adalah satu kejahatan yang berdampak luas karena fasilitas tersebut sangat penting bagi keselamatan warga,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda (5/9/2025).
Novan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas agar kasus serupa tidak terus berulang. Ia menilai, selain aparat, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga fasilitas umum.
“Masyarakat harus aktif mengontrol lingkungannya, jangan sampai ada pembiaran yang justru membuka ruang bagi tindak kejahatan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan warga. Menurutnya, jika ada aktivitas mencurigakan, masyarakat perlu segera bertindak dengan menegur atau melaporkan agar potensi pencurian dapat diminimalisir.
“Warga kita perlu berani menegur jika melihat gerak-gerik yang tidak wajar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Novan menilai perlu adanya efek jera bagi pelaku. Hukuman tegas, kata dia, dapat mencegah pencurian fasilitas umum terus berulang.
“Tindakan tegas akan menimbulkan efek jera, bukan hanya bagi pelaku tetapi juga bagi orang lain yang berniat melakukan hal serupa,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kerugian akibat pencurian penutup drainase tidak hanya membahayakan keselamatan warga, tetapi juga menambah beban keuangan daerah. Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan justru terpakai untuk mengganti fasilitas yang hilang. L
“Kita berharap adanya kesadaran bersama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menjaga fasilitas umum agar dapat digunakan secara berkelanjutan,” tandasnya. (adv)













