Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, mendorong agar ajakan Gubernur Rudy Mas’ud untuk memperkuat kolaborasi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan sektor pertambangan dan migas tidak berhenti sebatas wacana.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan progresif yang harus segera diterjemahkan ke dalam aksi nyata di lapangan.
Firnadi menilai, potensi sumber daya alam Kaltim selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu penyebabnya adalah minimnya keterlibatan langsung BUMD dalam rantai industri strategis, terutama di sektor tambang dan energi. Dengan adanya dorongan Gubernur untuk membangun kerja sama, DPRD menilai ini sebagai momentum penting untuk memperbaiki ketimpangan tersebut.
“Kami sangat mendukung upaya Pak Gubernur. Ini langkah konkret yang harus segera ditindaklanjuti agar bisa menghasilkan dampak fiskal bagi daerah,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).
Ia menjelaskan, BUMD tidak harus masuk ke inti produksi tambang atau migas, tetapi bisa berperan melalui layanan pendukung seperti transportasi, logistik, pengelolaan pelabuhan, dan jasa lainnya.
Dengan skema kerja sama yang transparan dan profesional, Firnadi yakin BUMD dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.
“Peluangnya sangat besar. Tinggal bagaimana kita menyiapkan BUMD agar mampu bersaing dan memenuhi standar teknis yang dibutuhkan industri,” lanjutnya.
Firnadi menegaskan bahwa Komisi II DPRD Kaltim akan mengawal proses ini melalui dukungan regulasi, pengawasan, hingga penguatan kapasitas kelembagaan BUMD.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan agar gagasan ini tidak berhenti di meja diskusi.
“Kita akan pastikan bahwa komunikasi yang sudah dibuka oleh Gubernur kepada para pelaku industri bisa dilanjutkan dengan kerja sama yang konkret. Ini bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga soal kemandirian ekonomi Kaltim ke depan,” tegasnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk melihat inisiatif ini sebagai investasi jangka panjang yang strategis, bukan sekadar proyek musiman. Jika dijalankan secara konsisten dan profesional, kerja sama antara BUMD dan industri besar dinilai dapat memperkuat posisi daerah dalam pengelolaan sumber daya alamnya sendiri.
“Kalau dikelola dengan serius, kolaborasi ini bisa menjadi lompatan besar bagi pendapatan daerah, sekaligus memperkuat posisi BUMD sebagai pilar utama pembangunan,” pungkasnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













