SAMARINDA — Pagi itu, langkah harus menyusuri jalan setapak yang terjal. berkilometer medan jalan berlumpur dilalui sebelum tiba di sebuah kawasan terbuka yang dulunya adalah lahan eks tambang. Di tempat inilah gerakan Merawat Pertiwi kembali digulirkan, membawa semangat bertajuk “Hijaukan Pertiwi, Tumbuhkan Sejuta Harapan”—sebuah ikhtiar kecil politik lingkungan yang diyakini mampu memberi dampak besar bagi masa depan alam dan pangan masyarakat.
Kegiatan penyerahan dan penanaman bibit pohon buah itu berlangsung di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Selasa (6/1/2025). Sejumlah bibit ditanam langsung di lahan yang perlahan ingin dipulihkan fungsinya, sekaligus diserahkan kepada kelompok tani setempat.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah provinsi, DPRD Provinsi, hingga masyarakat.

“Hari ini kami bersama Bapak Wakil Wali Kota Samarinda, jajaran Pemprov Kaltim melalui Dinas Kehutanan, serta kelompok tani dan warga setempat di Kelurahan Mugirejo. Kami bersama-sama melakukan penghijauan di kawasan eks tambang ini,” ujar Ananda di sela kegiatan.
Menurut Ananda, kawasan Mugirejo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wilayah produktif. Luas lahan yang mencapai sekitar 360 hektare menyimpan peluang di sektor pertanian, perkebunan, hingga peternakan.
“Hari ini kita menanam dan menyerahkan sekitar 2.500 bibit pohon buah, mulai dari durian, rambutan, kelengkeng, jeruk, hingga kelapa. Harapannya bibit ini tidak hanya ditanam, tapi dijaga, dirawat, sampai benar-benar berbuah dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Gerakan Merawat Pertiwi sendiri, lanjut Ananda, tidak berhenti di satu lokasi. Program ini menargetkan penebaran bibit di 10 kecamatan di Kota Samarinda dengan total mencapai 88.000 bibit pohon.

“Sebelumnya sudah kita salurkan di Samarinda Utara, Palaran, Samarinda Ilir, Sungai Kunjang, dan hari ini di Sungai Pinang. Ke depan, saya berharap program ini bisa terus berkesinambungan dan setiap tahun jumlah bibit yang ditanam semakin bertambah,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Samarinda. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilainya berjalan lancar dan melibatkan langsung kelompok tani.
“Alhamdulillah, penanaman dan penyerahan bibit hari ini berjalan dengan baik. Ini adalah bagian dari upaya penghijauan, dan insyaallah dengan penanaman ini Kota Samarinda bisa semakin hijau dan buahnya tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Saefudin menilai kehadiran langsung DPRD dan Pemprov Kaltim menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari provinsi, khususnya DPRD Kaltim dan Pemprov Kaltim. Ibu Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, hadir dan menanam langsung bibit pohon. Ini bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan Kota Samarinda,” katanya.
Sementara itu, perwakilan kelompok tani setempat menyambut positif program Merawat Pertiwi. Mereka menilai penanaman bibit buah tidak hanya berdampak pada penghijauan, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan warga.
“Di kawasan ini ada beberapa kelompok tani. Lahan kami cukup luas, sekitar 360 hektare, dengan potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan. Program seperti ini sangat membantu dan memberi harapan bagi kami ke depan,” ujarnya.
Di tengah medan terjal dan bekas luka tambang, bibit-bibit kecil itu kini mulai ditanam. Harapannya sederhana, namun bermakna: tumbuh menjadi pohon yang meneduhkan, berbuah bagi warga, dan menjadi simbol bahwa alam selalu punya kesempatan untuk dipulihkan—asal dirawat bersama. (Mujahid)













