TELUK PANDAN – Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menegaskan komitmen lingkungan daerah dengan menanam pohon ulin di Arboretum 30 Gemilang PT Indominco Mandiri (PT IMM), Senin (23/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari rehabilitasi lahan bekas tambang sekaligus mendukung konservasi ekosistem Kalimantan.
Dalam sambutannya, Mahyunadi mengatakan, “Semoga pohon ulin ini tumbuh subur, menjaga kelestarian alam, dan menjadi simbol keberlanjutan lingkungan kita.” Ulin merupakan pohon endemik Kalimantan yang statusnya dilindungi, sehingga pemilihan spesies ini strategis dalam restorasi ekologis.
Usai penanaman, Mahyunadi meninjau budidaya madu kelulut di arboretum. Lebah kelulut berfungsi sebagai polinator alami, menjaga kesuburan tanah, sekaligus menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Aktivitas ini menunjukkan bahwa lahan bekas tambang tetap produktif dan ramah lingkungan.
Arboretum seluas 65 hektare yang dikembangkan PT Indo Multi Mandiri (IMM) kini menjadi destinasi edukasi dan konservasi yang memukau di Kutai Timur. Kawasan ini dilengkapi dengan jalur transek sepanjang 1.000 meter yang memudahkan pengunjung menjelajahi koleksi pohon secara terstruktur, serta sejumlah fasilitas pendukung seperti shelter untuk beristirahat, jembatan yang menghubungkan area-area berbeda, dan papan informasi yang memberikan pengetahuan seputar flora yang ada.
Arboretum ini menampilkan lebih dari 150 jenis pohon, mulai dari spesies lokal hingga pohon langka, menjadikannya laboratorium alam yang ideal bagi mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum yang tertarik dalam studi rehabilitasi lahan dan konservasi lingkungan.
Pemkab Kutim menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan perusahaan tambang untuk membangun kawasan hijau pascatambang. Keberhasilan Arboretum PT IMM diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan pertambangan lain di Kutim, memperkuat jejaring konservasi, mendukung ekonomi hijau, dan menjaga ketahanan ekosistem. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













