SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tetap menempatkan penanganan stunting sebagai program prioritas meski pemerintah sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, keterbatasan fiskal tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan dasar, khususnya di sektor kesehatan yang berkaitan langsung dengan pembangunan sumber daya manusia.
Ismail mengatakan kebijakan penghematan anggaran memang berdampak terhadap ruang gerak pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program. DPRD, kata dia, juga menerima berbagai masukan dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang harus menyesuaikan pelaksanaan kegiatan akibat keterbatasan anggaran.
“Kami di DPRD sering menerima keluhan dari OPD soal efisiensi. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan berbagai program, termasuk yang berkaitan dengan isu sosial,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Meski demikian, ia menilai sektor pendidikan dan kesehatan masih memiliki posisi strategis karena termasuk pelayanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah. Oleh sebab itu, perangkat daerah dituntut mampu menyusun prioritas program secara lebih efektif agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.
Menurut Ismail, kondisi fiskal yang terbatas justru menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat efektivitas penggunaan anggaran. Ia menegaskan, kebijakan efisiensi tidak boleh berujung pada berkurangnya kualitas layanan publik, terutama program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menambahkan, penanganan stunting merupakan agenda strategis yang berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan. Karena itu, program pencegahan maupun intervensi harus tetap berjalan secara konsisten agar target penurunan angka stunting di Kota Samarinda dapat tercapai.
“Kita memang diminta mengencangkan ikat pinggang, tapi pelayanan yang menyangkut hak dasar masyarakat tidak boleh terdampak,” tegasnya.
Ismail juga menilai keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor penting agar berbagai program yang dijalankan tetap efektif meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Ia berharap Pemkot Samarinda terus mengedepankan strategi yang adaptif dengan memperkuat program-program pencegahan yang terbukti efektif dan tepat sasaran. Dengan pengelolaan anggaran yang lebih efisien serta penentuan skala prioritas yang tepat, upaya mewujudkan generasi Samarinda yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting diyakini tetap dapat berjalan optimal. (Adv)













