Samarinda- Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diharapkan lebih memprioritaskan perhatian terhadap kondisi sekolah-sekolah yang rusak di banding pembangunan sekolah terpadu bertaraf internasional.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain menilai pembangunan sekolah terpadu tersebut akan berpotensi menciptakan kesenjangan.
“Kita hargai niat pemkot, tapi alangkah baiknya terlebih dahulu memperhatikan kondisi sekolah-sekolah yang rusak di kota samarinda,” ungkap Sani, kamis (22/08/24).
Selain itu, pendirian sekolah terpadu tersebut juga dinilai akan kontradiktif dengan semangat penyetaraan lembaga pendidikan yang telah dituangkan dalam aturan sistem zonasi dan penghapusan sekolah unggulan.
“Jangan sampai pandangan sekolah unggulan itu muncul kembali, jadi ada istilah sekolah bagus dan tidak bagus, paradigma kita sekarang itu berbicara penyetaraan pendidikan sekolah yang ada di pusat kota maupun pinggiran kota, maka semua kualitas sekolah harus setara,” terangnya.
Selain itu, perkembangan, perbaikan, dan pemerataan sekolah lainnya di Samarinda juga di dorong menjadi fokus perhatian pemkot sanarinda.
“Jangan sampai hanya satu sekolah yang terkenal, karena tujuan membangun sekolah itu untuk semua, percuma membangun satu sekolah yang bagus tapi masih banyak sekolah- sekolah yang rusak dan gurunya tidak disejahterakan,” pungkasnya. (ADV)













