Balikpapan — Upaya memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal terus didorong melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-3 Tahun 2026 yang mengangkat tema Literasi Politik untuk Kemajuan Demokrasi Daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (10/4/2026) di RT 22, Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota.
Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, sebagai pemateri utama, dengan Siti Aminahsebagai moderator dan M. Bayu Septian sebagai narasumber. Hadir pula para ketua RT serta warga Kelurahan Telaga Sari yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Dalam pemaparannya, H. Baba menekankan bahwa literasi politik menjadi fondasi penting dalam membangun demokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat yang memahami politik secara utuh akan lebih bijak dalam menentukan pilihan dan mengawal jalannya pemerintahan.
“Demokrasi tidak akan berjalan baik tanpa masyarakat yang melek politik. Literasi politik membuat warga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” ujar Baba.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan literasi politik akan mendorong partisipasi publik yang lebih aktif, tidak hanya saat pemilu, tetapi juga dalam proses pembangunan daerah.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga ikut mengawasi dan terlibat dalam kebijakan publik,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber M. Bayu Septian menjelaskan bahwa literasi politik mencakup pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta bagaimana sistem pemerintahan bekerja.
“Literasi politik bukan hanya soal memilih, tetapi juga memahami bagaimana keputusan politik diambil dan bagaimana masyarakat bisa berperan di dalamnya,” jelas Bayu.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menangkal disinformasi yang kerap muncul di ruang publik, terutama menjelang momentum politik.
“Di era digital, masyarakat harus kritis terhadap informasi. Jangan mudah percaya tanpa verifikasi, karena itu bisa merusak kualitas demokrasi kita,” tegasnya.
Diskusi yang dipandu Siti Aminah berlangsung dinamis, dengan berbagai pertanyaan dan aspirasi dari peserta, khususnya terkait peran masyarakat dalam pengawasan kebijakan serta pentingnya edukasi politik di tingkat akar rumput.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran politik masyarakat, sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam mewujudkan demokrasi daerah yang lebih matang, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Sebagai penutup, H. Baba mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman politik sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang cerdas secara politik. Itu yang harus terus kita bangun bersama,” pungkasnya. (Mujahid)













