SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Samsun merespon Pernyataan kontroversi yang muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyuarakan dukungannya terhadap perluasan lahan sawit di Indonesia.
“Kalau dipertimbangkan antara manfaat dan mudaratnya, saya yakin masih banyak manfaatnya,” ujar Samsun, politisi dari Fraksi PDI Perjuangan, dalam keterangannya pada Selasa (15/1/2025).
Samsun menjelaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan kelapa sawit, terutama dengan meningkatnya kebutuhan biodiesel di tingkat nasional. Program pemerintah seperti B20 hingga rencana pencapaian B80 dianggap sebagai peluang besar untuk investasi, khususnya dalam pembangunan pabrik-pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO).
“Ini peluang besar bagi investor. Peningkatan konsumsi biodiesel menjadi momentum untuk memaksimalkan potensi daerah,” katanya.
Meski demikian, isu deforestasi kerap menjadi kritik utama terhadap industri ini. Samsun menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyusun master plan wilayah perkebunan guna menghindari konflik lahan dan memastikan keberlanjutan ekosistem.
“Cluster dan pengklasifikasian wilayah sudah diatur agar sawit tidak merusak kesuburan tanah maupun mengganggu lahan pertanian holtikultura,” tambahnya.
Faktor ekonomi juga menjadi perhatian. Harga sawit yang terus meningkat, mencapai Rp3.000 per kilogram pada awal 2025, menjadi sinyal positif bagi petani dan ekonomi daerah. Samsun optimistis tren ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan tantangan dan peluang yang ada, Kalimantan Timur kini berada di persimpangan. Keberhasilan sektor kelapa sawit akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan tanggung jawab ekologis. (Mujahid)













