Kutai Timur – Upaya memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan terus digencarkan DPRD Kalimantan Timur. Anggota DPRD Kaltim, Safuad, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Wawasan Kebangsaan, Sabtu (15/11/2025), di Jl. Poros Sangatta–Bontang, RT 03 Kelurahan Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Kegiatan ini dihadiri puluhan warga setempat.
Dalam sambutannya, Safuad menekankan bahwa Perda tersebut menjadi landasan penting untuk memperkuat jati diri bangsa di tengah derasnya arus informasi global.
“Pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan bukan sekadar materi pelajaran, tetapi fondasi agar generasi kita memiliki identitas kuat, cinta tanah air, dan mampu berkompetisi tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Safuad.
Ia juga menjelaskan bahwa Perda ini mendorong pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat untuk berkolaborasi dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.
Narasumber pertama, Bahar, SP, memaparkan urgensi penguatan empat konsensus kebangsaan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, perpaduan antara pendidikan formal, nonformal, dan peran keluarga sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter.
“Saat ini tantangan kita bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana menjaga generasi muda agar tetap memahami nilai kebangsaan. Empat konsensus ini harus menjadi pegangan bersama,” kata Bahar.
Sementara itu, narasumber kedua, Rudi, SP, MP, menyoroti implementasi pendidikan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada level masyarakat desa. Ia menegaskan bahwa Perda harus diterjemahkan ke dalam program konkret.
“Perda ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen hukum. Ia harus hidup dalam aktivitas masyarakat—mulai dari kegiatan pemuda, lingkungan sekolah, hingga ruang-ruang sosial lainnya,” ungkap Rudi.
Moderator kegiatan, Thomas Pali, ST, memastikan diskusi berjalan interaktif. Ia menilai antusiasme warga RT 03 menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pendidikan kebangsaan.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana warga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memperbanyak kegiatan edukatif serupa. Mereka menilai bahwa sosialisasi ini membuka pemahaman baru mengenai peran masyarakat dalam menjaga persatuan dan memperkuat karakter bangsa.













