
SANGATTA – Pemerintah memutuskan untuk menerapkan sistem penahapan dalam mengakomodir berbagai usulan program pada tahun pertama. Kebijakan ini diambil setelah menimbang keterbatasan anggaran yang tersedia, sehingga tidak semua usulan dapat dimasukkan sekaligus.
“Alasan belum bisa mengakomodir di tahun pertama itu, sebenarnya kita memilah yang ini dulu, nanti udah di tahap dua baru kita sepakati begitu yah,” ujar Akbar Tanjung Anggota DPRD Kutim belum lama ini.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah sedang melakukan proses seleksi yang ketat. Program-program yang dianggap paling mendesak dan prioritas akan didanai terlebih dahulu. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa program yang telah disetujui dapat berjalan dengan lancar dan efektif, karena didukung oleh anggaran yang telah dialokasikan secara khusus.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk bersikap realistis dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan negara. Dengan tidak memaksakan semua usulan masuk dalam satu tahun anggaran, pemerintah berupaya menghindari risiko ketidakcukupan dana yang dapat berimbas pada tidak terselesaikannya program secara optimal.
“Artinya ndak bisa semua, karena kalau kita masukan semua anggarannya tidak mencukupi,” tambah Akbar menegaskan.
Penjelasan ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan mengenai alasan tidak diikutkannya sejumlah usulan dalam anggaran tahun berjalan. Sistem bertahap dinilai sebagai solusi paling bijaksana untuk memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan ini diharapkan dapat terus diterapkan dengan prinsip kehati-hatian dan ketepatan sasaran. (ADV)













