TENGGARONG, – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Salah satu proyek prioritas pada tahun 2025 adalah pembangunan Pasar Tangga Arung, yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus penopang konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan hulu Kukar.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Kukar, Muhammad Jamil, menegaskan bahwa pembangunan pasar ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan bagian dari agenda strategis pemerintah daerah, untuk menata sistem perdagangan rakyat yang lebih modern, tertib, dan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya membangun fisik pasar, tapi menciptakan ruang ekonomi yang layak dan mendukung pertumbuhan UMKM serta perdagangan lokal,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).
Pasar Tangga Arung nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai, sistem drainase tertata, area dagang yang terorganisir, serta ruang terbuka yang ramah bagi aktivitas sosial masyarakat.
Pemerintah ingin memastikan pasar ini, menjadi tempat usaha yang nyaman dan aman, tidak hanya sebagai pusat transaksi, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat.
Proyek ini masuk dalam program pengembangan infrastruktur berbasis kawasan oleh Dinas PU Kukar, yang menempatkan pembangunan ekonomi rakyat sebagai fondasi utama.
Konsep ini sekaligus menjawab kebutuhan pelaku usaha kecil dan menengah, akan tempat usaha yang representatif dan mendukung keberlanjutan.
Muhammad Jamil menyebut bahwa setiap tahapan proyek dijalankan dengan prinsip **transparansi dan efisiensi anggaran**, didukung pengawasan ketat oleh tim teknis, konsultan perencana, dan konsultan pengawas.
“Semua material yang digunakan juga diuji kelayakannya sebelum pekerjaan fisik dimulai,” lanjutnya.
“Dan, Kami pastikan tidak ada celah dalam prosesnya. Semua terlibat dan bertanggung jawab, mulai dari penyusunan perencanaan hingga pelaksanaan, prinsip keterbukaan menjadi pegangan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memastikan proyek berjalan sesuai dengan spesifikasi dan tepat waktu.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pasar ini, sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat pengguna.
Untuk memperkuat konsep pengelolaan, Dinas PU Kukar melakukan studi tiru ke Pasar Pagi Samarinda.
Fokus kunjungan bukan hanya pada fisik bangunan, tapi pada aspek manajemen pasca-pembangunan, seperti mekanisme penyerahan aset, sistem operasional, hingga kemungkinan kemitraan pengelolaan dengan pihak ketiga.
“Sebagian besar diskusi tim lebih banyak membahas skema pengelolaan ke depan, karena proyek ini bukan hanya selesai dibangun, tapi juga harus dikelola dengan sistem yang profesional,” ujar Danang, saat di temui media ini.
Diketahui bahwa Pembangunan Pasar Tangga Arung merupakan bagian dari visi besar Bupati Kukar Edi Damansyah, dalam mendorong pembangunan infrastruktur ekonomi yang merata hingga ke desa.
Pemerintah menargetkan agar pasar ini, menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan tempat naik kelasnya pelaku UMKM.
Jamil memastikan, proyek ini akan dijalankan dengan standar mutu yang tinggi, dan semangat partisipatif agar masyarakat turut merasa memiliki, dan menjaga keberlangsungan fasilitas yang dibangun.
“Pasar ini bukan untuk hari ini saja. Ini investasi jangka panjang bagi masyarakat Kukar, terutama di wilayah Muara Kaman dan sekitarnya,” pungkasnya.
Dengan pendekatan matang dari sisi teknis dan manajerial, pembangunan Pasar Tangga Arung diharapkan menjadi ikon baru pusat ekonomi rakyat, yang tak hanya memperkuat struktur pasar lokal, tetapi juga menciptakan ruang yang adil bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah.
(Adv-DPU Kukar)














