SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan program perluasan lahan sawah hingga 20 ribu hektare sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah.
Program tersebut disiapkan setelah produksi beras lokal dinilai masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), kebutuhan beras Kutim mencapai sekitar 43 ribu ton per tahun, sedangkan produksi daerah baru berkisar 8 ribu ton.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan perluasan sawah akan dilakukan melalui program ekstensifikasi yang melibatkan TNI, khususnya Kodim 0909/KTM. Namun, pelaksanaannya tidak lepas dari berbagai tantangan.
“Perluasan ini bukan hal mudah. Di lapangan, kondisi lahan kita beririsan. Di satu sisi berbatasan dengan perkebunan sawit, di sisi lain dengan perusahaan tambang, dan di bagian lain merupakan tanah milik masyarakat. Ini yang menjadi tantangan besar,” jelasnya.
Menurut Dyah, pemerintah harus memastikan seluruh lahan yang akan digunakan memiliki status yang jelas agar tidak memunculkan persoalan hukum di kemudian hari. Karena itu, sejumlah instansi akan dilibatkan, mulai dari Badan Pertanahan, Dinas Perkim, Dinas Perkebunan, Bappeda, Dinas Pertanahan Kutim hingga Balai Taman Nasional Kutai.
“Kita harus pastikan lahan yang digunakan benar-benar clean and clear. Jangan sampai di kemudian hari muncul persoalan hukum. Karena itu, kolaborasi antar instansi menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegasnya.
Saat ini, Kutim memiliki sekitar 2.638 hektare sawah dengan produksi beras sekitar 8 ribu ton per tahun atau baru memenuhi sekitar 18 persen kebutuhan daerah. Untuk mencapai swasembada, Kutim diperkirakan membutuhkan sekitar 13.800 hektare sawah sehingga masih kekurangan sekitar 11.233 hektar.
Selain membuka lahan baru, pemerintah juga akan meningkatkan produktivitas melalui intensifikasi pertanian, modernisasi irigasi, mekanisasi, penggunaan benih unggul, serta peningkatan indeks pertanaman agar produksi dapat meningkat lebih cepat.(adv)













