SAMARINDA — Selama hampir 16 tahun, warga Gang Kaganangan, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, melintasi jalan tanah yang kerap berlumpur saat hujan. Kondisi itu menyulitkan aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan anak-anak menuju sekolah dan warga ke tempat kerja.
Jalan sepanjang hampir 400 meter di kawasan Jalan Kartak Hanyar dan Padat Karya itu akhirnya mendapat pembangunan semenisasi melalui aspirasi Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Amira Moeis.
Realisasi pembangunan tersebut dirayakan warga melalui silaturahmi dan syukuran bersama, Minggu (4/10/2026). Bagi masyarakat setempat, jalan itu memiliki fungsi penting sebagai akses tembus menuju kawasan Padat Karya.
Ananda, yang akrab disapa Nanda, mengatakan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang diperjuangkan sejak beberapa tahun lalu. Ia berharap hasilnya dapat membantu aktivitas sehari-hari warga.
“Ini aspirasi masyarakat yang sudah berhasil diperjuangkan. Ini mandat rakyat dari beberapa tahun lalu. Mudah-mudahan bermanfaat untuk banyak orang, bapak-bapak ke kantor, ke tempat kerja lebih mudah, anak-anak mau ke sekolah lebih aman,” kata Nanda dalam kegiatan tersebut.
Manfaat jalan itu, menurutnya, juga dapat dirasakan untuk kegiatan lain, termasuk berolahraga. Ia menyebut ibu-ibu dapat memanfaatkannya untuk joging.
Namun, Nanda mengingatkan bahwa jalan yang sudah dibangun perlu dirawat bersama. Ia meminta warga menjaga fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam waktu panjang.
“Yang pasti, kepada warga masyarakat, tolong dijaga juga. Dipakai dan dijaga supaya tahan lama,” ujarnya.
Ketua RT 31, Masrawan, mengatakan kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan masyarakat. Permukaannya yang masih berupa tanah menjadi berlumpur ketika hujan sehingga menghambat perjalanan warga.
“Jalan ini sudah lama, mungkin hampir 16 tahun masih tanah dan lumpur. Alhamdulillah tahun 2026 ini adanya aspirasi Mbak Nanda, jalan tersebut bisa disemenisasi dan bisa dinikmati oleh warga di sini,” ujar Masrawan.
Menurutnya, jalan sepanjang hampir 400 meter itu menghubungkan kawasan permukiman dengan wilayah Padat Karya. Keberadaannya membuat warga memiliki jalur perjalanan yang lebih singkat tanpa harus memutar.
Anak-anak yang bersekolah di kawasan Padat Karya juga menggunakan akses tersebut. Karena itu, perbaikan jalan dirasakan langsung oleh keluarga yang setiap hari melintasinya.
“Untuk transportasi khususnya anak-anak sekolah. Anak-anak yang sekolah di Padat Karya juga lewat sini. Ini jalan tembusan,” katanya.
Meski akses jalan telah membaik, warga masih menghadapi persoalan lain ketika hujan deras turun. Masrawan menyebut kawasan tersebut masih rawan banjir, sementara sebagian saluran drainase telah rusak.
Ia berharap pembenahan infrastruktur dilanjutkan dengan perbaikan drainase agar air dapat mengalir dengan lancar.
“Ke depannya mungkin drainase, karena di sini kalau hujan lebat banjir. Drainasenya juga sudah ada yang runtuh, jadi kalau bisa diperbaiki lagi supaya airnya lancar,” ujarnya.
Semenisasi menjawab penantian panjang warga atas jalan yang lebih layak. Harapan berikutnya adalah saluran air yang berfungsi baik, sehingga perjalanan menuju sekolah dan tempat kerja tidak kembali terganggu ketika hujan datang. (Mujahid)













