Samarinda,- Persoalan stunting terus menjadi perhatian hangat di masyarakat. Setelah dilangsungkannya pemeriksaan anak dan ibu hamil serempak pada 29 Juni 2024 lalu, berbagai pihak memberikan pandangannya.
Namun, terdapat perselisihan terkait perbedaan data penurunan stunting di Samarinda antara DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang mencuat dalam Rapat Paripurna Masa Sidang ke II DPRD Samarinda, Selasa (9/2024).
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Samarinda, Samri Shaputra, menyebutkan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan data terkait stunting di Samarinda.
Menurutnya, beberapa fraksi bahkan memiliki catatan-catatan kritis yang ditujukan kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun, terkait penyusunan rencana percepatan penurunan stunting, terutama mengenai data yang digunakan.
“Berdasarkan data dari Bappeda Provinsi Kaltim, pada tahun 2021 angka stunting di Samarinda tercatat 10,74 persen. Tahun 2022, angka ini turun menjadi 9,8 persen. Namun, pada Februari 2023, kembali naik menjadi 2,7 persen,” jelas Samri.
Namun, data ini dianggap kurang tepat oleh Andi Harun. Melalui sambutannya dalam rapat tersebut, Andi Harun menyatakan angka stunting di Samarinda justru mengalami penurunan signifikan dan tidak sesuai dengan pernyataan Samri.
“Pada 2022, angka stunting berada di 25 persen dan turun menjadi 19,92 persen di 2023,” ungkapnya.
Samri menilai, Pemkot Samarinda menggunakan data dari Kementerian Kesehatan RI, yang menurutnya tidak seakurat data yang disajikan daerah.
“Saya lebih memilih data daerah karena lebih akurat. Data pusat dilakukan secara global dengan sampel yang lebih kecil,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Andi Harun menyayangkan perbedaan data yang diungkapkan dalam forum resmi dan tertinggi pemerintahan tersebut.
Tidak menolak perbedaan, namun ia menegaskan pentingnya keakuratan data yang digunakan oleh Pemkot Samarinda.
“Target nasional adalah 14 persen, dan saat ini Samarinda masih di angka 19 persen. Namun, progres penurunan terus dilakukan,” tegas Andi Harun.
Meski terjadi perselisihan terkait data kasus stunting di Samarinda, Andi Harun mengapresiasi masukan dari DPRD dan menyatakan siap menerima usulan tersebut untuk perbaikan di masa depan.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Tanpa mengurangi rasa hormat saya, saya ingin kita bersama fokus pada penurunan stunting itu sendiri,” tutupnya. (ADV)













