Samarinda-Sebuah insiden kebakaran yang menghebohkan warga Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, akhirnya terungkap. Polsek Samarinda Seberang berhasil menangkap pelaku pembakaran rumah yang terjadi di Jalan Sultan Hasanudin, Gg. Langgar, pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 00.30 WITA. Pelaku, yang diidentifikasi sebagai KN, diduga sengaja membakar rumah korban, Sri Wahyuni, dengan menggunakan cairan mudah terbakar.
Menurut keterangan korban, peristiwa ini terjadi ketika ia sedang tidur dan tiba-tiba dikejutkan oleh suara ledakan. Saat keluar rumah, ia mendapati api berkobar dari tumpukan kayu di sekitar rumahnya.
“Saya panik dan langsung berteriak minta tolong,” ujar Sri Wahyuni.
Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa KN terlihat membawa botol berisi cairan yang diduga pertalite di sekitar lokasi kejadian. Merasa terancam, korban pun segera melaporkan insiden tersebut ke Polsek Samarinda Seberang.
Menerima laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Samarinda Seberang langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Setelah mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, petugas akhirnya berhasil menangkap KN pada Senin, 3 Maret 2025, sekitar pukul 07.45 WITA, di sekitar lokasi kejadian. Barang bukti yang ditemukan di antaranya adalah satu botol plastik berisi sisa cairan yang diduga digunakan untuk membakar, serta rekaman video yang menunjukkan kondisi tumpukan kayu yang terbakar.
Kapolsek Samarinda Seberang, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk tindak kriminal yang mengancam keselamatan masyarakat.
Dugaan motif di balik aksi nekat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa ada kemungkinan dendam pribadi yang melatarbelakangi tindakan KN. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu peristiwa ini, termasuk potensi keterlibatan pihak lain.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kriminal di lingkungan sekitar. Dengan pengungkapan kasus ini, Polsek Samarinda Seberang menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiba.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya langkah pencegahan dan peningkatan keamanan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang. Dengan sinergi antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan Samarinda tetap menjadi kota yang aman dan kondusif bagi semua warganya.(mujahid)













